Virus – Pengertian, Ciri-ciri, Bentuk, Struktur Tubuh, Klasifikasi

Definisi virus

pengertian-virus

Konsep virus adalah anisme non seluler, yang terdiri dari subunit protein, juga sangat kecil dan juga memiliki sifat parasit obligat intraseluler (hanya “hidup” di sel hidup).

Kata “hidup” yang dimaksud di atas tidak sama dengan kata “hidup” untuk makhluk seluler, baik itu uniseluler seperti bakteri maupun multiseluler seperti manusia. Kata “hidup” untuk virus ini direduksi atau direduksi menjadi akumulasi bahan organik di dalam sel inang (tempat ia bersembunyi) agar dapat menggandakan dirinya sendiri. Selain itu juga termasuk memecah sel inang, kemudian menginfeksi sel inang, dan juga membuat senyawa tertentu.

Struktur virus

Virus datang dalam berbagai bentuk, dari heliks, ikosahedral, memanjang, membungkus, atau kompleks. Jadi mari kita ambil jenderal. Virus T atau bakteriofag. Virus bakteriofag ini berbentuk seperti laba-laba. Virus utuh (yaitu kepala, ekor, ekor tubular, dan juga kaki) juga dikenal sebagai virion (walaupun ada banyak bentuk virus yang lebih aneh dalam berbagai jenisnya). Di kepala virus T-phag juga terdapat materi genetik (pusat informasi keturunan) yang dilindungi dengan adanya cangkang protein yang sering disebut kapsid. Kapsid ini terdiri dari subunit kecil (terdiri dari protein) yang dikenal sebagai kapsomer. Nukleokapsid ini adalah istilah yang digunakan baik untuk unit dasar asam nukleat maupun untuk selubung protein pada virus.

READ  5 Jenis Idiom Jump Dalam Bahasa Inggris Beserta Contoh

Tabung dalam virus fag T dapat digunakan untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel inang selama proses infeksi virus. Setelah itu, virus mulai berkembang biak di sel inang dalam kondisi yang tepat dan meledakkan sel inang. Jeda waktu setelah infeksi dan permulaan “penataan ulang dan penggandaan” virus sering disebut sebagai masa inkubasi.

Ukuran virus sama dengan ukuran nanometer (nm) yang artinya 1 nanometer sama dengan 1 per 1000 mikrometer yaitu 1/1000000 mm. Kisaran atau kisaran ukuran tubuh virus biasanya 20-450 nm. Virus terbesar juga telah ditemukan dengan diameter 500 nm dan panjang 700-1000 nm. Para peneliti mengukurnya dengan menggunakan metode yang disebut metode sentrifugasi kecepatan ultra tinggi.

Reproduksi virus

Cara reproduksi virus ini disebut dengan proliferasi, yang terdiri dari:

Sebuah. Siklus litik

  • 1. Fase adsorpsi (fase adhesi)
    Ditandai dengan menempelnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel, virus melepaskan enzim lisoenzim (enzim perusak) sehingga terbentuk lubang di dinding bakteri untuk memungkinkan virus menembus asam intinya.
  • Fase injeksi ke-2 (timbulnya asam inti)
    Setelah lubang terbentuk di sel bakteri, virus memasuki asam nuklir (DNA) di tubuh sel bakteri. Kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi kembali.
  • Fase sintesis ke-3 (pendidikan)
    DNA virus ini mempengaruhi DNA bakteri agar dapat mereplikasi bagian-bagian virus tersebut sehingga terbentuklah bagian-bagian virus tersebut. Virus disintesis dalam sel bakteri tak berdaya dan protein yang digunakan sebagai kapsid virus di bawah kendali DNA virus.
  • 4. Fase Assemblin (perakitan)
    Bagian-bagian virus yang terbentuk disatukan oleh bakteri menjadi virus yang utuh. Jumlah virus yang terbentuk 100-200 dalam satu siklus lisis.
  • 5. Fase lisis (pemecahan sel inang)
    Ketika perakitan selesai, virus menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, dan akhirnya virus menemukan inang baru.
READ  Pengertian, Fungsi, Bentuk Dan Contoh Kalimat Full Verb

b. Siklus lisogenik (siklus lisogenik)

  • 1. Fase Pendirian
    Saat memasukkan DNA bakteri, DNA virus harus memecah DNA bakteri, setelah itu DNA virus dimasukkan di antara untaian DNA bakteri yang rusak. Dengan kata lain, DNA bakteri mengandung materi genetik virus.
  • 2. Fase perpecahan
    Setelah memasukkan DNA virus yang tidak aktif, itu disebut profag. DNA bakteri kemudian bereplikasi untuk melakukan pembelahan.
  • Fase sintesis ke-3
    DNA virus ini mensintesis dengan membentuk bagian-bagian viirus
  • 4. Fase perakitan
    Setelah virus membuat bagian-bagian dari virus tersebut dan setelah itu DNA virus tersebut masuk ke dalam virus untuk membentuk virus baru
  • 5. Fase litik
    Setelah perakitan selesai, sel bakteri dilisis. Virus yang dilepaskan dari inang ini mencari inang baru.

Klasifikasi Virus

Menurut klasifikasi Bergey, virus ini termasuk dalam divisi Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (virus). Pada tahun 1976, ICTV (International Committee on Virus Taxonomy) mempublikasikan bahwa virus ini diklasifikasikan sebagai struktur dan komposisi tubuh berdasarkan keasaman. Pada dasarnya virus dibedakan menjadi 2 (dua) golongan yaitu virus DNA dan virus RNA.

Virus DNA memiliki beberapa keluarga:

1. Keluarga Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Keluarga papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
3. Keluarga Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
4. Keluarga Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
5. Keluarga Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Keluarga Pockenviridae seperti genus Orthopoxvirus

Virus RNA memiliki beberapa keluarga:

1. Keluarga Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Keluarga Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Keluarga Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Keluarga Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
5. Keluarga Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
6. Keluarga Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Keluarga Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Keluarga Arenaviridae seperti genus Arenavirus

READ  Kupas Tuntas Explanation Text: How Roman Roads were Built

Properti virus

Virus ini dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Virus bersifat aseluler (tidak memiliki sel)
  • Ukurannya sangat kecil atau mikroskopis, sekitar 20 hingga 300 milimikron
  • Hanya bisa hidup di sel hidup
  • Umumnya virus ini berbentuk kristal (Krital).
  • Virus ini hanya dapat mengandung satu jenis RNA atau DNA asam nukleat.
  • Jangan melakukan aktivitas metabolisme
  • Bentuknya bervariasi dari oval, silinder, polihedral hingga kompleks
  • Virus tidak bergerak, tidak berkembang biak.
  • Virus ini bisa mengkristal

Peran virus

Sebagian besar jenis virus ini memang berbahaya, dengan virus yang menyerang tanaman juga menyebabkan kerusakan atau kematian pada tanaman. Misalnya pada daun tembakau yang terinfeksi virus mozaic tembakau. Selain itu, virus juga dapat menginfeksi hewan, misalnya penyakit cacar pada virus bovine vicinia.

Virus yang dilemahkan / dilemahkan ini juga dapat digunakan di bidang kesehatan. Ini termasuk membuat antitoksin, melemahkan bakteri, membuat vaksin, dan menyerang patogen.

Sekian, dan terima kasih telah mempelajari definisi, karakteristik, struktur, peran, dan replikasi virus. Semoga apa yang dijelaskan semoga bermanfaat untuk anda. Terimakasih banyak.

Sumber :