Perbedaan Akuntansi Sektor Publik Dengan Swasta

Home / Pendidikan / Perbedaan Akuntansi Sektor Publik Dengan Swasta

Perbedaan Akuntansi Sektor Publik Dengan Swasta

sektor publik diolah menjadi disiplin ilmu karena pada zaman dahulu istilah sektor masyarakat banyak digunakan. Dalam bidang ekonomi, ciri akuntansi sektor kemasyarakatan diartikan sebagai lembaga atau badan yang melakukan kegiatan untuk menciptakan pelayanan berupa pengabdian kepada masyarakat untuk kebutuhan masyarakat. Saat swasta merupakan entitas komersial yang mengupayakan keuntungan maksimal. Penggunaan akuntansi pada kedua sektor tersebut tentunya berbeda karena bentuk dan tujuan dari lembaga atau organisasinya juga berbeda. Di bawah ini adalah perbedaan antara akuntansi sektor publik dan akuntansi sektor swasta yang perlu dipahami.

Tujuan Perusahaan atau Organisasi

Tujuan organisasi sektor publik berbeda dengan sektor swasta, yaitu mencari keuntungan. Sektor swasta bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan (motif keuntungan), sedangkan sektor publik tidak fokus pada keuntungan selama pelayanan publik dapat dimaksimalkan. Sektor publik juga memiliki tujuan finansial filosofis, konseptual, dan operasional yang berbeda dengan sektor swasta.

Perbedaan tujuan seperti, pembukuan dan pencatatan transaksi keuangan juga berbeda. Di sektor publik tidak terdapat laporan untung rugi, sedangkan di sektor swasta harus ada laporan untung rugi untuk mengetahui kemajuan atau kemunduran perusahaan dan kondisi perusahaan yang sebenarnya. (lihat: bagaimana membuat laporan laba)

Sumber Pendanaan

Sumber dana suatu organisasi atau perusahaan dalam istilah pengelolaan keuangan disebut dengan struktur modal atau sumber pendanaan. Sumber pendanaan sektor publik tentunya berbeda dengan swasta dalam hal bentuk, jenis dan tingkat perbedaannya. Sektor publik memiliki sumber pendanaan yang berasal dari pajak dan retribusi, retribusi jasa, keuntungan dari badan usaha milik negara, utang pemerintah berupa utang luar negeri serta kewajiban dan pendapatan lainnya yang sah dan tidak bertentangan dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sektor swasta memiliki 2 sumber pendanaan, yaitu internal dan eksternal. Sumber pendanaan internal berupa dividen yang ditanamkan kembali ke dalam perusahaan (laba ditahan) dan modal dari pemilik perusahaan. Sumber pendanaan eksternal antara lain utang bank, penerbitan obligasi, dan saham untuk menghimpun dana dari masyarakat.

Bentuk Akuntabilitas

Manajemen swasta berhak memiliki perusahaan (saham) dan kreditor sesuai dengan dana (modal) yang disediakan. Di sektor publik, manajemen memiliki tanggung jawab kepada masyarakat karena sumber dana yang digunakan oleh organisasi sektor kemasyarakatan berasal dari masyarakat (dana publik). Pola akuntabilitas dewan sektor publik adalah vertikal dan horizontal. Tanggung jawab vertikal (vertical responsibility) adalah tugas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, yaitu pemerintah pusat. Tanggung jawab horizontal (akuntabilitas horizontal) berupa pelayanan kepada masyarakat.

Struktur Kelembagaan / Organisasi

Organisasi sektor publik juga berbeda dengan sektor swasta dalam hal konstitusi. Struktur organisasi birokrasi, kaku, dan hirarkis pengguna sektor publik. Struktur organisasi swasta lebih fleksibel karena dapat diubah sesuai dengan keadaan. Faktor utama yang membedakan antara sektor publik dengan sektor swasta adalah tingginya politik dari kelembagaan sektor kemasyarakatan yang akan mempengaruhi struktur organisasi. Struktur lembaga mempengaruhi fungsi keuangan, kegunaan pelaporan keuangan, dan pembukuan modal serta biaya yang dikeluarkan oleh badan usaha atau instansi pemerintah.

Tautan Sumber: blog.malavida.co.id

Karakteristik Sistem Anggaran dan Akuntansi

Sektor komunitas harus membuat publikasi tentang rencana yang dirancang agar komunitas dikritik dan didiskusikan karena terbuka (transparan). Anggaran negara sekuler perlu dipahami oleh publik (politisi). Di sektor swasta, rencana perusahaan tertutup dan rahasia. Sistem akuntansi yang umum digunakan di sektor swasta adalah akuntansi akuntansi (accrual accounting). Sektor publik menggunakan sistem akuntansi kas dasar (akuntansi kas).

Masalahnya adalah adanya perbedaan antara akuntansi di sektor publik dan sektor swasta sehingga pembaca akan lebih mudah mengetahui tentang berbagai jenis akuntansi dan bidang akuntansi. Dengan memilih konsep akuntansi juga menguntungkan akuntansi bagi perusahaan dan pemerintahan, lebih mudah untuk memahaminya tanpa kesulitan.