Pemberian Pupuk pada Pohon Pepaya

Home / Umum / Pemberian Pupuk pada Pohon Pepaya

Pemberian Pupuk pada Pohon Pepaya

Pemberian Pupuk pada Pohon PepayaPemberian Pupuk pada Pohon Pepaya

Untuk di daerah Tropis, tanaman pepaya termasuk tanaman yang aneh. Aneh dalam arti karena sifat akarnya yang tidak mengayu ma­ka membutuhkan tanah yang dapat mengandung air cukup di dalam musim kemarau. Akan tetapi karena sifat akar itu sendiri tidak tahan terhadap genangan air, maka untuk musim penghujan harus mempunyai selokan atau got untuk pembuangan air supaya tidak menggenang dan mengakibatkan akar menjadi busuk kemudian tanaman itu sendiri menjadi mati.

Demikian juga tanah yang padat dan kekurangan hawa di dalamnya juga tidak cocok atau tidak disenangi oleh pohon pe­paya. Kekurangan hawa ini juga dapat disebabkan karena terlalu lamanya tanah tersebut tergenang air di dalam musim penghujan.

Bila hal ini terjadi maka akan kelihatan kepada pertumbuhan pohon pepaya itu sendiri. Pohon yang ditanam di daerah ta­nah tersebut maka akan kelihatan kurus ataupun daunnya keli­hatan menguning dan banyak kemungkinannya akan rontok sebelum waktunya.

Lalu pada musim kemarau kalau tanahnya kekurangan air, maka akan mengakibatkan pula kalau pohon pepaya itu keku­rangan getah dalam buahnya dan bila ini terjadi maka buah ter­sebut tidak akan dapat tumbuh banyak dan besar. Selain itu mutu buah pepaya ini sendiri akan merosot.

Buah yang kekurangan getah di masa mudanya ini, bila telah masak maka selain tidak manis dan kurang airnya juga terasa agak keras dan seperti mengayu.

Pemberian pupuk untuk pepaya

Zat Zat Yang Dibutuhkan :

1. Zat P (Zat Phospor)
Zat P ini sangat penting sekali buat pohon pepaya, sebab dibutuhkan untuk pembentukan bunga dan juga untuk mempercepat pemasakan buahnya. Kemudian menurut penyelidikan para ahli Botani, zat ini selain penting untuk pertumbuhan generatif juga penting sekali buat pertumbuhan dan penguatan akar pepaya. Sebab polion pepaya yang cukup mempunyai zat P ini akan lebih kuat dan tahan terhadap kekurangan air.
Zat P ini mempunyai sifat yang mudah diserap oleh tanah, hingga tidak mudah terserap oleh akar pohon pepaya. Oleh para ahli gejala ini sering disebut dengan nama *FIXASI ZAT FOSFAT’.

Dengan adanya gejala tersebut maka zat fosfat haruslah didekatkan pada akar, bahkan terutama sekali pada pucuk-pucuk akar. Akan tetapi jangan sampai disebarkan secara merata. Sebab penyebaran secara merata akan dapat menyebabkan zat fosfat lebih mudah difixir. Adapun cara pemupukan fosfat yang baik adalah dengan cara memasukkannya dalam lobang yang ditugalkan dalam tanah.

2. Zat N (Zat Nitrogen)
Karena diperlukan pertumbuhan vegetatif yang cepat maka pohon pepaya memerlukan zat N yang cukup banyak. Zat N ini dapatlah kita berikan melalui bahan organis atau dengan bahan anorganis dalam bentuk pupuk Zwavelzurc Amonia atau yang lebih terkenal dengan nama ZA, dan bisa juga de­ngan pupuk Urea.
Pohon pepaya yang kekurangan zat N ini akan kelihatan tanda-tandanya, yaitu daunnya cepat menguning dan juga per­tumbuhan dari pohon pepaya itu sendiri kurang bagus / subur.

Sedangkan untuk bahan organis yang dapat kita berikan adalah yang dalam bentuk kompos, rabuk kandang ataupun pupuk hijau dari hasil antar tanaman. Kalau kita akan memberikan pupuk kandang ataupun kom­pos, maka harus kita berikan sebelum mulai menanam. Atau dengan kata lain bahwa pupuk tersebut akan kita pakai sebagai pupuk dasar. Pupuk yang diperlukan untuk tiap hektar kebun pepaya tidak kurang dari 50 ton. Kemudian pupuk dengan bahan organis ini selanjutnya da­pat diberikan setahun sekali. Adapun penempatan pupuk organis ini dapat dilakukan dengan dua jalan, yaitu :
Di taruh diatas tanah dibawah mahkota pohon, sebagai penutup tanah atau mulching, untuk kemudian kita tutup dengan tanah.
Dalam rorakan yang digali melingkari batang pohon pepaya dengan jarak 1 sampai 1,5 Meter. Inipun harus disesuaikan dengan umur pohon pepaya itu sendiri.
3. Zat Kalium
Zat kalium dalam tanah ini mempunyai fungsi yang sangat luas, bahkan di dalam pemupukan pohon pepaya zat ini ti­dak boleh diabaikan sama sekali. Sebab zat Kalium ini mem­punyai peranan yang sangat besar sekali dalam pembentukkan zat karbohydrat atau gula buah, selain itu juga memberi daya tahan akan kekeringan pada pohon pepaya. Bahkan kelezatan/ kwalitas dari buahnya inipun tidak sedikit dipengaruhi oleh zat Kalium ini.

Kemudian dalam perabukan yang lengkap dalam arti kata yang seimbang, pupuk Kalium ini merupakan pelengkap agar zat-zat lainnya dapat terisap oleh akar dengan sebaik-baiknya.

Perlu pula diperhatikan, bahwa pohon pepaya yang kebanyakan diberi pupuk N dengan tidak diimbangi dengan pu­puk Kalium ini, maka pohon pepaya akan menjadi rimbun daunnya dan mengakibatkan buahnya mengurang. Kemudian tanaman yang kebanyakan zat N maka akan ti­dak kuat terhadap serangan penyakit, sebab pertumbuhan akarnya akan kurang baik dan juga akan kurang tahan menghadapi kekeringan.
Menurut Kartono, sumber dari Zat Pospat dan Kalium se­lain bahan organik adalah pupuk :
Dubbel Superfbsfat atau DS, atau Triplefosfat dengan kadarzatP46%
Superfosfat mengandung 18% zat P
Zwavelzure Kali atau ZK mengandung 50% K
Abu yang berasal dari beberapa jenis sampah atau sampah yang mengandung pula zat Kalium dengan kadar 2 sampai 5%
Kemudian bahan organik selain menjadi sumber zat NP dan K merupakan bahan dasar. pembentukan humus / bunga tanah dalam tanah yang dapat menjamin tanah tetap remah, cukup mengandung udara dan tetap lembab.

Jumlah Pupuk Yang Diperlukan
Kalau kita menilik atau mempelajari buku-buku tentang pepaya di negeri kita ini maka pemupukan tanaman pepaya di In­donesia ini belum ada yang lengkap. Bahkan dari hasil wawancara dengan para penanam dan pekerja langsung yang menangani kebun-kebun pepaya, di dapatkan keterangan bahwa selama ini pupuk yang diberikan tidak pernah lengkap. Bahkan para penanam rumahan (orang yang menanam di rumah-rumah) tidak pernah memberinya pupuk sama sekali.

Akan tetapi memang tak ada jeleknya kita kupas sedikit ten­tang perabukan yang dilakukan oleh para penanam pepaya di luar negeri.

Rabuk organis dalam bentuk kompos ataupun rabuk kandang selain dipergunakan sebagai rabuk dasar dalam lubang ta­naman, juga ditimbun disekitar batang tanaman dan sekaligus berfungsi sebagai mulching.
Kemudian rabuk buatan biasanya diberikan menurut pengalaman dari para penanam itu sendiri. Jadi sifatnya masih sangat individu sekali. Akan tetapi Dr. A. Jakob. Cs. dalam Fer­tilizer Use. menganjurkan skema pemupukan sebagai berikut:
Untuk jarak tanaman 2,5 x 2,5 Meter
Banyaknya tanaman per Ha biasanya 1600 pohon
Keterangan tersebut ini memang masih merupakan landasan yang kasar dan harus disesuaikan dengan tanah maupun kondisi lain-lainnya. Hingga dengan demikian maka rumus perabukan ini dapat dipergunakan secara minimal ataupun optimal atau bahkan diantara kedua-duanya. Akan tetapi kalau kita telah punya niat untuk bercocok tanam, maka ada prinsip yang mengatakan lebih baik kita merabuk dari pada tidak sama sekali. Penggunaan Fupuk:

 

RECENT POSTS