Pengertian Makro Ekonomi

Home / Kesehatan / Pengertian Makro Ekonomi

Pengertian Makro Ekonomi

Pengertian Makro Ekonomi

       Dalam membahas perspektif  Ekonomi Islam, ada satu titik awal yang benar-benar harus kita perhatikan, yaitu : ekonomi dalam islam itu sesungguhnya bermuara kepada akidah islam, yang bersumber dari syariatnya. Dan hal ini baru dari satu sisi. Sedangkan dari sisi lain adalah Al-Qur’an al-Karim dan As-Sunnah Nabawiyah yang berbahasa Arab.

      Karena itu, berbagai terminologi dan substansi ekonomi yang sudah ada, haruslah dibentuk dan disesuaikan terlebih dahulu dalam kerangka Islami. Atau dengan kata lain, harus digunakan kata dan kalimat dalam bingkai lughawi. Supaya dapat disadari pentingnya titik permasalahan ini. Karena dengan gemblang, tegas dan jelas mampu member pengertian yang benar tentang istilah kebutuhan, keinginan, dan kelangkaan (al nudrat) dalam upaya memecahkan problematika ekonomi manusia.

     Sebelum kita  mengkaji lebih jauh tentang hakikat  ekonomi  Islam, maka  ada baiknya diberikan beberapa pengertian tentang ekonomi islam yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi islam

  1. M. Akram Khan

Islamic economics aims the study of the human falah (well-being) achieved by organizing the resources of the earth on the basic of cooperation and participation. Secara lepas dapat diartikan bahwa ilmu ekonomi makro Islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar bekerja sama dan partisipasi.

  1. Muhammad Abdul Manan

Islamic economics is a social science which studies the economics problems  of a people imbued with the values of Islam. Jadi, menurut Manan ilmu ekonomi makro Islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

  1. M. Umar Chapra

Islamic economics was defined  as that branch of knowledge which helps realize human well-being through an allocation and distribution of scarce resources that is in conformity with Islamic teaching without unduly curbing individual freedom or creating continued macro economics and ecological imbalances. Jadi, menurut Chapra ekonomi makro Islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro-ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan.[1]

  1. Perbedaan Makro Ekonomi dan Mikro Ekonomi

Ilmu ekonomi pada dasarnya adalah studi yang mempelajari tentang pemenuhan kebutuhan manusia terkait dengan kelangkaan sumber daya yang dimilikinya. Kelangkaan muncul sebagai akibat adanya kesenjangan antara kebutuhan dan keinginan manusiayang tidak terbatas dengan sumber yang terbatas.dalam pembahasan tentang ilmu ekonomi secara garis besar terbagi atas mikroekonomi dan makroekonomi.

Mikroekonomi adalah studi tentang bagaimana rumah tangga dan perusahaan mengambil keputusan dan bagaimana para pengambil keputusan ini berinteraksi di pasar. Prinsip utama mikroekonomi adalah bahwa rumah tangga dan perusahaan berusaha mencapai optimalisasi. Mikroekonomi menangani perilaku satuan-satuan ekonomi individual termasuk didalamanya dalam pengambilan keputusan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan alokasi akibat kelangkaan sumber daya. Satan-satuan ini mencangkup konsumen, pekerja atau buruh, para penanam modal, pemilik tanah,perusahaan bisnis. intinya setiap individu atau entitas memainkan peranan dalam berfungsinya suatu perekonomian. Mikroekonomi menjelaskan cara dan alasan-alasan satuan ini membuat keputusan-keputusan ekonomis. biidang lain yang penting dari mikroekonomi adalah bagaimana satuan-satuan berinteraksi untuk membentuk satuan-satuan yang lebih besar, pasar dan industri.[2]

Sementara makroekonomi, cabang utama dari ekonomi menangani kepada isu-isu yang bersifat makro atau lebih luas lagi[3], termasuk didalamnya mengenai jumlah agregat ekonomi, seperti tingkat dan laju pertumbuhan produksi nasional, suku bunga, pengangguran dan inflasi. Tetapi pembatasan antara makroekonomi dan mikroekonomi sudah semakin pudar belakangan ini.

RECENT POSTS