Faktor Biologis (Infectious Diseases)

Home / Umum / Faktor Biologis (Infectious Diseases)

Faktor Biologis (Infectious Diseases)

Faktor Biologis (Infectious Diseases)Faktor Biologis (Infectious Diseases)

Faktor biologis ini tergolong dari beberapa bagian yakni kerusakan hutan yang disebabkan oleh binatang vertebrata, serangga dan penyakit hutan.

1. Kerusakan Hutan yang Disebabkan oleh Binatang Vertebrata

Kerusakan yang terjadi akibat dari binatang tersebut biasanya dapat dilihat pada:
  • Anakan Pohon/Semai
  • Batang pohon
  • Biji dan buah
  • Daun pohon
  • Kulit pohon
  • Kerusakan tak langsung (infeksi hama dan penyakit)
  • Pucuk pohon
  • Tunas pohon
Binatan perusak terdirid dari 6 yaitu:
  • Rusa (Memakan tanaman muda)
  • Bajing (Menimbulkan kerusakan pada biji, buah, kulit poho, pucuk dan tunas)
  • Tikus (Mengerat kulit anakan dan biji)
  • Babi (Perusakan pada akar pohon, anakan, biji, buah dan tanaman muda)
  • Kelinci (Mengerat pohon)
  • Burung (Memakan biji bahkan tunas pohon)
2. Serangga

Serangga penyebab kerusakan hutan lebih banyak dilakukan oleh kumbang, ngengat dan tawon. Hal ini terjadi karena serangan dari serangga tersebut dapat berlangsung lama karena serangan yang terjadi dilakukan secara terus-menerus. Serangan serangga ini sangat resisten terhadap bibit dan juga pada pohon yang telah melewati tahap penebangan. Kemunculan serangan serangga ini termasuk problema yang sangat sulit untuk dihindari khususnya bagi pengelola hutan.

3. Hama dan Penyakit 
Timbulnya hama dan penyakit pada tumbuhan di dalam kawasan hutan merupakan suatu tatanan yang kompleks dimana sangat dipengaruhi dengan adanya faktor organik dan non organik. Utamanya, serangan hama dan penyakit pada tumbuhan akan terjadi pada kawasan hutan apabila telah terjadi pengkonversian kawasan yang sebelumnya dari hutan alam menjadi hutan industri. Tentunya konversi ini menyebabkan perubahan-perubahan tertentu yang secara signifikan berdampak pada keseimbangan biologis. Menciptakan keseimbagan biologis yang baru untuk mencapai tujuan tertentu tidak serta merta dilakukan secara cepat. Hal ini diawali denga berbagai kerusakan yang terjadi pada kawasan hutan. Proses ini lah yang dapat memicu timbulnya hama dan penyakit pada tumbuhan di dalam kawasan hutan. Kerusakan yang terjadi pada hutan akan membuat populasi salah satu jenis hama cenderung meningkat karena kurangnya jenis predator yang seiring dengan kerusakan yang terjadi pada kawasan hutan. Tingkat populasi hama yang cenderung meningkat tidak bisa dihindari dalam terjadinya perusakan hutan oleh hama tersebut.
Sumber: https://furnituremebeljepara.co.id/nobel-kedokteran-untuk-trio-peneliti-jam-biologis-dari-as/