Tipe Kepemimpinan Populistis

Home / Umum / Tipe Kepemimpinan Populistis

Tipe Kepemimpinan Populistis

Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

  1. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

  1. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok. Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

 

Adanya gaya kepemimpinan maupun struktur organisasi memiliki tujuan yang sama yaitu membentuk efektivitas kerja yang positif. Efektivitas kerja merupakan derajat pencapaian tujuan suatu organisasi berdasarkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan. Efektivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain gaya kepemimpinan, komunikasi intern, tata ruang kantor, motivasi kerja, struktur organisasi dan lain-lain.

Faktor-faktor tersebut merupakan hal yang perlu diatur dan dikembangkan sedemikian rupa dan terus dijaga agar organisasi tetap utuh dan tidak keluar jalur dari tujuan yang sudah ditetapkan. Perbedaan gaya kepemimpinan otomatis mempengaruhi keberhasilan dari pelaksanaan kerja dari seluruh proses organisasi. Oleh karena itu dengan semakin berkembangnya teori tentang gaya kepemimpinan diharapkan dapat membuat organisasi lebih efektif dan efisien.

  1. Saran

Keberlangsungan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh pemimpin dari organisasi tersebut. Dari pembahasan diatas, penulis mempunyai beberapa saran yaitu :

  1. Pemimpin harus dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan seperti apa yang cocok dengan struktur organisasi yang dianut.
  2. Pemimpin harus mengetahui dan beradaptasi terhadap perbedaan karakter dari setiap bawahan dalam organisasi yang dipimpinnya sehingga organisasi berjalan dengan baik.
  3. Pemimpin harus dapat menjadi risk taker yang cepat tanggap apabila terdapat masalah-masalah dalam organisasi baik yang disebabkan lingkungan internal maupun eksternal.

Sumber: https://ekonomija.org/penjualan-iphone-8-semakin-lemah-iphone-x-naik/