Resiko keuangan (financial risk)

Home / Kesehatan /   Resiko keuangan (financial risk)

  Resiko keuangan (financial risk)

  Resiko keuangan (financial risk)

Kemungkinan pemerintah Negara tujuan membatasi atau menghambat kemampuan cabang perusahaan asing ntuk menstransfer pembayaran, modal atau laba keperusahaan induknya.Bentuk utama resiko perusahaan adalah exchange control, yaitu pembatasan terhadap pembayaran atau pengiriman uang dari negara tujuan pemasaran (house country) yang menggunakan hard currency.Pengendalian ini terutama dilakukan oleh negara-negara brkembang yang mengalami kesulitan dalam neraca perdagangannya.

Analisis resiko politik berkaitan dengan antisipasi ketidakstabilan polotik (political instability). Ketidakstabilan politik merupakan probabilitas terjadinya/peristiwa politik yang  sifatnya tidak menentu (irregular). Biasanya ketidakstabilan politik dianalisis atas dasar 4 asumsi pokok: (1) kejadian politik masa lalu bisa digunakan untuk memprediksi kejadian politik masa mendatang; (2) deprivasi ekonomi bisa mengindikasi ketidakstabilan politik; (3) kekuasaan (power) mempengaruhi hasil politik;dan (4) perubahan terjadi dalam masa-masa transisi.

Analisis resiko politik meliputi tiga tahap,yaitu:

  1. Tahap pertama
  2. Menentukan isu-isu kritis yang relevan dengan perusahaan
  3. Menilai derajat kepentinagn relative isu-isu tersebut
  4. Tahap kedua
  5. Menentukan kejadan-kejadian politik yang relevan
  6. Menetukan probabilitas terjadinya kejadian-kejadian tersebut
  7. Menentukan hubungan kausal (sebab-akibat) dari berbagai peristiwa atau kejadian tersebut
  8. Menilaikemampuan dan kesediaan pemerintah untuk merespon berbagai peristiwa tersebut
  9. Tahap ketiga
  10. Menentukan dampak awal dari skenario-skenario yang mungkin terjadi
  11. Menentukan respon-respon yag mungkin atas dampak awal tersebut
  1. Cara Meminimumkan Resiko Politik

Untuk meminimumkan resiko politik,ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh perusahaan-perusahaan global (Budiarto & Tjiptono 1997),diantaranya:

  1. Merangsang pertumbuhan ekonomi lokal (host country)

Dengan menyesuaikan aktivitas bisnis perusahaan dengan kepentingan ekonomi host country.Atau menggunakan sumber pasokan bahan baku lokal,menggunakan sub-kontraktor lokal,meningkatkan kandungan lokal sebagai komponen produk yang dihasilkan,melakukan investasi fasilitas produk di host country,dan berusaha membina perusahaan lokal agar menjadi export-oriented company.

  1. Memperkerjakan pekerja lokal

Ketenagakerjaan dan pengangguran sangat sensitif diberbagai negara berkembang,karenanya perusahaan global bisa memiliki kedudukan yang politis apabila bisa menyerap tenaga kerja lokal yang besar.Diamana tenaga kerja lokal tidak hanya sebagai tenaga kerja operasional,tetapi juga perlu dipertimbangkan pemberian jabatan manajerial.Dengan demikian,stategi otomatis penuh tidak tepat diterapkan dalam negara berkembang,namun lebih baik menggunakan semi otomatisasi.

  1. Membagi kepemilikan

Dalam hal kepemilikan atas perusahaan sebaiknya diupayakan untuk membagi kepemilikan dengan cara mengubah bentuk perusahaan dari perusahaan privat menjadi perusahaan pubic atau dengan mengubah perusahaan asing menjadi perusahaan lokal.Dan bisa dengan cara melakukan joint venture (perusahaan lokal maupun perusahaan asing dari Negara lain),atau valuntary (planned) domestication dengan cara sebagai berikut:

  1. Pengalihan bisnis secara bertahap
  2. Pengembangan kader personalia domestic
  3. Intregrasi usaha lokal dengan jaringan pemasaran dunia
  4. Penggunaan pemasok lokal sebagai mitra usaha
  5. Menerapkan political neutrality

Sedapat mungkin perusahaan global jangan terlibat masalah-masalah politik,baik antar kelompok atau antar negara.

  1. Lisensi

RECENT POSTS