Perang Bali (1846-1849)

Home / Otomotif / Perang Bali (1846-1849)

Perang Bali (1846-1849)

Table of Contents

Perang Bali (1846-1849)

Perang Bali (1846-1849)

            Perang Bali disebut juga Perang Jagaraga karena pusat pertahanan pasukan Bali berada di Jagaraga.Perang Bali terjadi diantara tahun 1846-1849.sebab-sabab terjadinya perang yaitu :

  1.  Belanda menolak adanya hukum Tawan Karang, yaitu hak dari raja-raja Bali untuk merampas semua perahu asing yang terdampar diwilayah kerajaannya.
  2.  Kerajaan Bali tidak mau memenuhi tuntunan Belanda untuk menghapuskan hukum Tawan Karang.
  3.  Belanda menuntut agar kerajaan di Bali melindungi perdagangannya.
  4.  Belanda menuntut agar kerajaan di Bali tunduk pada pemerintah Hindia-Belanda.

Pada tanggal 27 Juni 1846 pasukan Belanda mendarat di pantai Kerajaan Buleleng.kemudian Raja Buleleng dan Patihnya mengadakan perjanjian perdamaian kepada Belanda, diikuti Raja Karang Asem.

  Namun ketika pasukan Belanda ditarik lagi ke Jawa, perlawanan muncul lagi di Buleleng, Karang Asem, Bandung, Mengwi.pada bulan maret 1848

Belanda kembali mengirim pasukan dibawah pimpinan M.J. Van der Wijk.mereka berhasil menahan serangan Belanda.

Pada tahun 1849 Belanda mengirim ekspedisinya yang ke-3 dengan kekuatan besar.pertempuranpun meletus kembali.tentara bali berusaha mempertahankan Benteng Jagaraga dengan mengobarkan perang puputan, yaitu perang habis-habisan hingga semua pasukan gugur.akhirnya pasukan Belanda dibawah pimpinan Jendral Michael berhasil merebut benteng Jagaraga.sejak  tahun 1849 wilayah kerajaan Bali telah menjadi bagian dari kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.

e.Perang Banjar

Sebab-sebab terjadiny perang Banjar yaitu,

  1. Kekecewaan rakyat dan para penguasa karena Belanda turut campur tangan dalam urusan pemerintah
  2. Penangkapan terhadap Prabu Anom
  3. Kekecewaan Pangeran Hidayat karena dibuangnya Prabu Anom ke Jawa

Perlawanan rakyat Banjar mulai berkobar pada bulan April 1859 dibawah pimpinan Pangeran Hidayat dan Pangeran Antasari.mereka mulai menyerbu pos-pos Belanda di Martapura dan Pengaron.

Tokoh-tokoh yang kemudian ikut bergabung yaitu, Kiai Demang Leman, Haji Nasrun, dan Haji Buyasin.untuk menghentikan perlawanan, Belanda menuntut agar Pangeran Hidayat menolak tuntutan Belanda ini.

Akibat tindakan Belanda ini, rakyat Banjar makin marah sehingga perlawanan makin menghebat.namun,tahun 1861 pangeran Hidayat berhasil ditangkap dan diasingkan ke Cianjur.perlawanan tetap dilanjutkan dengan dipimpin oleh Pangeran Antasari.akhirnya beliau wafat pada tanggal 11 Oktober 1862.

 

Sumber :

https://balad.org/konsumsi-ikan-bantu-turunkan-gangguan-tidur-perbaiki-iq/