Langkah-Langkah pada Penelitian Kuantitatif

Home / Otomotif / Langkah-Langkah pada Penelitian Kuantitatif

Langkah-Langkah pada Penelitian Kuantitatif

Langkah-Langkah pada Penelitian Kuantitatif

Langkah-Langkah pada Penelitian Kuantitatif

Pada prinsipnya penelitian kuantitatif adalah untuk menjawab masalah. Masalah adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Dari hal tersebut maka kita dapat melakukan beberapa langkah penelitian untuk menjawab masalah tersebut, antara lain :

  1. Tahap Konseptual

Merumuskan dan membatasi masalah, meninjau kepustakaan yang relevan, mendefinisikan kerangka teoritis, merumuskan hipotesis. Tahap ini termasuk merenungkan, berpikir,  membaca, membuat konsep, revisi konsep, teoritisasi,  bertukar pendapat, konsul dengan pembimbing, dan penelusuran pustaka. Mengeksploitasi, perumusan, dan penentuan masalah yang akan diteliti. Penelitian kuantitatif dimulai dengan kegiatan menjajaki permasalahan yang akan menjadi pusat perhatian peneliti dan kemudian peneliti mendefinisikan serta menformulasikan masalah penelitian tersebut dengan jelas sehingga mudah di mengerti.

  1. Fase Perancangan dan Perencanaan

Memilih rancangan penelitian, mengidentifikasi populasi yang diteliti, mengkhususkan metode untuk mengukur variabel penelitian, merancang rencana sampling, mengakhiri dan meninjau rencana penelitian, melaksanakan pilot penelitian dan membuat revisi.

  1. Fase Empirik

Pengumpulan data, penyiapan data untuk analisis atau mengumpulkan data penelitian dari lapangan.

  1. Fase Analitik

Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian. Data yang dikumpulkan dari lapangan diolah dan dianalisis untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan, yang diantaranya kesimpulan dari hasil pengujian hipotesis penelitian.

  1. Fase Diseminasi

Pada tahap akhir, agar hasil penelitian dapat dibaca, dimengerti dan diketahui oleh masyarakat luas, maka hasil penelitian tersebut disusun dalam bentuk laporan hasil penelitian.

  1. Penggunaan Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif dapat digunakan apabila :

  1. Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.
  2. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.
  3. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain.
  4. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.
  5. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan    dapat diukur.
  6. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.

RECENT POSTS