Instrumen-instrumen hukum Internasional dan Regional

Home / Kesehatan / Instrumen-instrumen hukum Internasional dan Regional

Instrumen-instrumen hukum Internasional dan Regional

Instrumen-instrumen hukum Internasional dan Regional

Menjadi  bagian  dari  instrumen  hukum  regional  dan  internasional  yang  berurusan  dengan perlindungan  anak  memberikan  pesan  yang  sangat  jelas  kepada masyarakat  internasional  dan pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat domestik bahwa suatu negara berkomitmen untuk menjamin perlindungan anak, serta menjamin penerapan undang-undang, kebijakan, dan program-program untuk mencapai sasaran -sasaran itu.

Ada  sejumlah  instrumen  internasional  yang mencermati dan menjawab masalah perlindungan anak. Instrumen-intrumen ini meliputi:

  • Konvensi Hak-hak Anak
  • Kovenan Internasional tentang Hak-hak Politik dan Hak-hak Sipil
  • Kovenan Internasional Tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya
  • Konvensi ILO tentang Usia Minimum (no. 138).
  • Konvensi ILO tentang Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (no. 182);
  • Konvensi  Den  Haag  mengenai  Perlindungan  Anak  dan  Kerjasama  tentang  Adopsi  Antar Negara
  • Protokol untuk Mencegah, Menekan, dan Menghukum Perdagangan Anak, Khususnya Wanitadan Anak-anak.
  1. PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK-ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA DITINJAU DARI HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL

Anak terus saja menjadi korban utama konflik bersenjata. Penderitaan mereka sangat beragam bentuknya. Anak dibunuh, kehilangan orangtua karena mereka tewas, dibuat cacat, diculik, kehilangan hak atas pendidikan dan kesehatan, dan menderita luka dan trauma batin dan emosi yang mendalam. Anak-anak yang dipaksa untuk meninggalkan rumahnya, mengungsi, dan terusir dari tempat tinggalnya sendiri, sangatkah rentan khususnya terhadap kekerasan, pengerahan, eksploitasi seksual, penyakit, kurang gizi, dan kematian. Anak dikerahkan dan digunakan sebagai tentara anak-anak dalam skala yang sangat besar. Status gadis/anak perempuan memberikan resiko tambahan, khususnya terhadap kekerasan seksual. Pelanggaran terhadap hak-hak anak yang menyolok terjadi suasana impunitas yang begitu meruyak.

Konvensi Hak-hak Anak

Konvensi  itu  mengandung  standar-standar  mengenai  partisi pasi  anak-anak  dalam  konflik bersenjata dan rekrutmen anak:

  • Negara-negara anggota tidak boleh merekrut siapapun yang berusia di bawah 15 tahun dalam bagian apapun di dalam angkatan bersenjata.
  • Sebuah  negara  yang  merekrut  orang-or ang  yang  berusia  antara  15  dan  18  tahun  harus memulai perekrutannya dari mereka yang berusia mendekati 18 tahun.
  • Semua negara harus mengambil langlah-langkah yang memadai untuk mencegah partisipasi langsung  siapapun  yang  berusia  dibawah  15  tahun  dalam  pertikaian,  apakah  di  pihak pemerintah atau di pihak kelompok bersenjata lainnya.

Sumber :

https://fgth.uk/