Manfaat Bryophyta (Lumut)

Home / Kesehatan / Manfaat Bryophyta (Lumut)

Manfaat Bryophyta (Lumut)

Manfaat Bryophyta (Lumut)

Tumbuhan lumut jenis tertentu dapat dimanfaatkan untuk dekorasi ruangan (ornamen tata ruang). jenis lumut lainnya dapat dijadikan bahan obat, sedangkan manfaat tumbuhan lumut yang hidup di hutan dapat menyerap air di musim kemarau dan membantu menahan erosi sehingga dapat mencegah banjir. Selain manfaat tadi, tumbuhan lumut juga dapat dijadikan indikator biologi untuk mengetahui degradasi lingkungan di sekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di negera China, terbukti lebih dari 40 jenis lumut telah digunakan masyarakat China sebagai bahan obat-obatan seperti untuk mengobati gatal-gatal dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Beberapa tumbuhan lumut tersebut antara lain:

Ø  Marchantia polymorpha dikenal juga dengan lumut hati, jenis tersebut dapat digunakan sebagai obat hepatitis, menghilangkan racun akibat gigitan ular.

Ø  Conocephalum conicum, juga termasuk lumut hati, berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, mengobati luka bakar dan luka luar.

Ø  Frullania tamarisci, merupakan lumut hati yang dapat digunakan sebagai obat antiseptik.

Pterydhophyta (Tumbuhan Paku)

Tumbuhan paku termasuk golongan tumbuhan yang telah berkormus dan merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. Kurang lebih 550 juta tahun yang lalu (Zaman karbon), hutan paku raksasa mendominasi permukaan bumi.

 Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu.. Selain itu tumbuhan paku juga dapat hidup dimana saja terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bervariasi seperti lembaran, perdu atau berbentuk seperti tanduk rusa. nama lain dari tumbuhan paku yaitu Pakis.

  1. Ciri-ciri tumbuhan paku

Semua anggota divisi tumbuhan paku memiliki empat strukur penting, yaitu sebagai berikut :

Ø  Memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem)

Ø  Secara umum telah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya.

Ø  Alat reproduksi aseksual berupa spora.

Ø  Spora dihasilkan oleh sporofil (daun fertil).

Ø  Mengalami metagenesis (Fase sporofit lebih dominan dari fase gametofit)

  1. Daur hidup Tumbuhan paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku bereproduksi secara vegetatif dengan rizom. Rizom tumbuh menjalar ke segala arah membentuk koloni-koloni tumbuhan paku. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis dengan dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit.

1)        Generasi Saprofit

Generasi sporofit atau tumbuhan penghasil spora adalah tumbuhan paku itu sendiri. Jadi, tumbuhan paku yang biasa kita lihat itu merupakan tumbuhan dalam fase sporofit. Sporofit paku berumur lebih lama di dapat banding gametofit. Sporofit dapat tumbuh lalu bertunas sehingga jumlahnya bertambah banyak.

2)        Generasi Gametofit

Merupakan tumbuhan penghasil gamet. Generasi gametofit ditandai dengan adanya protalium yaitu tumbuhan paku baru yang berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pada substrat dengan rizoidnya. Generasi gametofit tidak berlangsung lama karena biasanya protaliumnya berukuran kecil dan tidak berumur panjang.

Di dalam protalium terdapat suatu gametangium sehingga dapat membentuk anteridium yaitu alat kelamin jantan yang akan menghasilkan sperma, dan arkegonium yaitu alat kelamin betina yang akan menghasilkan sel telur. Jika terjadi pertemuan antara sperma dengan sel telur maka akan terbentuk zigot dan akan tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.

Sumber: https://whypoll.org/mermaid-princess-apk/