Kalimat Perintah

Home / Pendidikan / Kalimat Perintah

Kalimat Perintah

Kalimat PerintahKalimat Perintah

Kalimat perintah disebut juga kalimat imperatif. Kalimat perintah digunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu. Dalam bentuk tulis, kalimat perintah diakhiri dengan tanda seru (!). Dalam bentuk lisan, kalimat perintah diakhiri dengan nada agak naik.

 

Selain keempat jenis kalimat perintah tersebut, ada juga kalimat perintah bentuk positif. Kalimat perintah ini menggunakan predikat bentuk pasif. Dalam bentuk tulisan, kalimat perintah diakhiri dengan tanda seru (!). Dalam bahasa lisan, kalimat perintah ini ditandai dengan nada yang agak naik.

Contoh:

– Dibuang saja kardus-kardus itu!

– Dibakar saja sampah-sampah itu!

Kalimat perintah ini dirasa lebih halus. Orang yang disuruh seolah-oah tidak merasa secara langsung diperintah untuk melakukan sesuatu.

 

Kalimat Seru

Kita dapat mengungkapkan rasa kagum terhadap sesuatu. Ungkapan kekaguman tersebut dapat diwujudkan dengan kalimat seru. Kalimat seru disebut juga kalimat interjektif. Kalimat ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Kalimat seru dapat disusun dengan cara berikut:

  1. Membalikan urutan kalimat dari S-P menjadi P-S

Pemandangan    indah  >>  Indah   pemandangan

S                    P                 P                  S

 

  1. Menambahkan -nya pada P yang berada di depan

Indahnya pemandangan

 

  1. Didepan P ditambah kata seru alangkah atau bukan main

Alangkah indahnya pemandangan

 

Apa sajakah jenis kalimat seru?

Kata seru berdasarkan pengelompokan jenis kata seru.

Kata seru bernada negatif menggunakan kata seru cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, dan sialan.

Kata seru bernada positif menggunakan kata seru aduhai, amboi, asyik, Insya Alloh, Alhamdullillah, dan syukur.

Kata seru bernada keheranan menggunakan kata seru ai, lo, astaghfirulloh, dan massa alloh.

Kata seru netral/campuran menggunakan kata seru aduh, hai, wahai, oh, nah, wah, astaga, dan halo.

Kalimat Aktif

Kalimat aktif disebut kalimat tindak. Kalimat aktif adalah kalimat yang unsir subjek menjadi pelaku tindakan dan unsur predikatnya menyatakan perbuatan.

Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif. Aturan perubahannya adalah sebagai berikut:

  1. Subjek pada kalimat aktif berubah menjadi objek pada kalimat pasif.
  2. Predikat yang berawalan me- berubah menjadi berawalan di-.
  3. Kalimat aktif tidak berobjek tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.

 

Lalu bagaimanakah ciri-ciri kalimat aktif?

Kalimat aktif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Seubjeknya melakukan perbuatan.
  2. Predikat berupa kata kerja yang berawalan me- atau ber-.
  3. Kalimat aktif ada yang menghendaki hadirnya objek.
  4. Kalimat aktif ada yang tidak menghendaki objek. Setelah predikat, kalimat diikuti pelengkap atau keterangan.

Baju   berwarna   biru

S             P           Pel

Kalimat aktif berpola S-P-O-K atau S-P-Pel-Ket.

Kalimat Pasif

Rambut  disisir  Linda  dengan  sisir.

S            P         O         Ket. Alat

 

Kalimat diatas merupakan kalimat pasif dimana subjek dikenai pekerjaan.

 

Baiklah, mari kita bahas tentang kalimat pasif. Kalimat pasif disebut kalimat tanggap. Kalimat pasif adalah kalimat yang unsur subjek dikenai atau menderita akibat perbuatan yang dilakukan oleh objek.

Kalimat pasif berkaitan dengan:

  1. Jenis kata kerja yang digunakan sebagai predikat.
  2. Fungsi subjek dan objek dalam kalimat; serta
  3. Bentuk kata kerja yang digunakan.

 

Bagaimanakah ciri-ciri kalimat pasif?

Subjek dikenai perbuatan

Predikat menggunakan kata kerja bentuk pasif. Predikat berawalan di- atau ter-. Contoh: Kertas ujian tersobek petugas.

Kata kerja berawalan ter- digunakan jika kalimatnya mengandung unsur ketidaksengajaan.

Kalimat pasif yang menggunakan kata berimbuhan ter- ada yang menunjukkan bahwa sesuatu memang harus begitu. Contoh; Danau toba terletak di Provinsi Sumatra Utara.

Kadang-kadang kata kerjannya didahului dengan kata ganti orang ku- dan kau-. Contoh: Buah jambu telah kumakan.

Kalimat pasif menggunakan kata berimbuhan ke-an. Contohnya: Rumahnya kemasukan air.

Kata oleh dalam kalimat pasif dapat dihilangkan.

Sekilas Info!!

Pola Kalimat Pasif.

S-P (Rumah  dijual)

S-P-O (Dewi dihukum guru)

S-P-Pel. (Mejanya dicat hijau)

S-P-K (Piala diangkat tinggi-tinggi)

S-P-O-K (Semangka dibeli ibu kemarin)


Baca juga:

  1. Beragam Kalimat Bahasa Indonesia
  2. Kalimat Majemuk Setara
  3. Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
  4. Manfaat Perdagangan Internasional