METRIK PROYEK

Home / Pendidikan / METRIK PROYEK

METRIK PROYEK

Table of Contents

METRIK PROYEK

METRIK PROYEK

METRIK PROYEK

Metrik proses perangkat lunak digunakan untuk tujuan strategis. Pengukuran proyek perangkat lunak bersifat taktis, yaitu bahwa metrik proyek dan indikator yang berasal dari pengukuran digunakan oleh manajer proyek dan tim perangkat lunak untuk mengadaptasi aliran kerja proyek dan aktivitas teknis.

Aplikasi pertama dari metrik proyek pada sebagian besar proyek perangkat lunak terjadi selama perkiraan. Metrik yang dikumpulkan dari proyek yang terdahulu digunakan sebagai dasar untuk kerja perangkat lunak saat ini. Selagi sebuah proyek berjalan, pengukuran usaha dan waktu kalender yang digunakan dibandingkan dengan perkiraan awal. Manajer proyek menggunakan data tersebut untuk memeonitor dan mengkontrol kemajuan.

Pada saat kerja teknis dimulai, metrik proyek mulai memiliki arti. Nilai produksi yang disajikan dalam bentuk halaman dokumntasi, jam kajian, titik fungsi, dan deretan sumber yang disampaikan diukur, dan kesalahan selama masing-masing tugas kerja rekayasa perangkat lunak kemudian ditelusuri. Selagi perangkat lunak berjalan dari spesifikasi ke perancangan, metrik teknik dikumpulkan untuk memikirkan kualitas disain serta memberikan indikator yang akan mempengaruhi pendekatan yang akan diambil untuk memunculkan kode dan modul serta pengujian integrasi.

Metrik proyek mempunyai tujuan ganda. Pertama metrik tersebut digunakan untuk meminimalkan jadwal pengembangan dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menghindari penundaan serta mengurangi masalah dan resiko potensial. Kedua, metrik proyek ini dipakai untuk memperkirakan kualitas produk pada basis yang berlaku dan, bila dibutuhkan, memodifikasi pendekatan teknis untuk meningkatakan kualitas.

Model yang lain dari metrik proyek mengusulkan bahwa setiap proyek seharusnya mengukur :
a. input (pengukuran sumber daya seperti manusia, lingkungan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan)
b. output (pengukuran kemampuan penyampaian atau produk kerja yang diciptakan selama proses rekayasa perangkat lunak)
c. hasil (pengukuran yang menunjukkan efektifitas kemampuan penyampaian)

Macam-macam Metrik:
a. Metrik Size-Oriented
Ditarik dengan normalisasi kualitas dan atau pengukuran produktivitas dengan mempertimbangkan “ukuran” perangkat lunak yang dihasilkan.

b. Metrik Function-Oriented
Menggunakan sebuah pengukuran fungsionalis yang disampaikan oleh aplikasi sebagai suatu nilai normalisasi. Karena fungsionalitas tidak dapat diukur langsung, maka fungsionalitas harus ditarik secara tidak langsung dengan menggunakan pengukuran langsung yang lain.

c. Metrik Function-Oriented Yang Diperluas
Sama seperti Metrik Function point secara orisinil, hanya saja dilakukan penyempurnaan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi Kualitas perangkat lunak
Lebih dari dua dekade lalu, McCall dan Cavano menetapkan sekumpulan faktor kualitas yang merupakan langkah pertama dalam mengembangkan metrik-metrik untuk kualitas perangkat lunak dari 3 sudut pandang berbeda, antara lain:
(1) operasi produk
(2) revisi produk
(3) transisi produk

Mengukur Kualitas
a.) Cara Yang Benar. Program harus beroprasi dengan benar atau program itu memberikan sedikit saja nilai bagi pemakainya. Tingkat dimana perangkat lunak melakukan fungsi yang ditentukan.
b.) Maintanabilitas. Kemudahan dimana program itu dapat dikoreksi jika ditemukan kesalahan, diadaptasi jika lingkungan berubah, atau diperkuat jika pelanggan menginginkan perubahan kebutuhan.
c.) Integritas. Mengukur kemampuan sistem untuk menahan serangan terhadap sekuritasnya.
d.) Usabilitas. Usaha untuk mengukur userfriendliness dan dapat diukur dalam empat karakteristik:
(1) keterampilan fisik dan atau intelektual untuk mempelajari sistem.
(2) waktu yang diperlukan untuk menjadi cukup efisien dalam menggunakan sistem.
(3) peningkatan bersih dalam produktifitas yang diukur ketika sistem digunakan oleh seseorang yang cukup efisien.
(4) penilaian subyektif dari sikap pemakai terhadap sistem.

Sumber : https://cialis.id/