Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Home / Pendidikan / Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan provinsi pemekaran dari Sulawesi Selatan, ternyata pada tahun 2006 memiliki jumlah penduduk miskin (Po) sekitar 18,64 persen, sedikit di atas angka nasional. Target pengurangan kemiskinan di daerah ini relatif lebih berat dari pada provinsi induknya yang berada di bawah rata-rata persentase nasional.

Pencapaian target pengurangan kemiskinan Sulawesi Selatan lebih baik dari Sulawesi Barat, namun dalam target penghapusan kelaparan yang diindikasikan dengan balita kurang gizi ternyata lebih buruk. Provinsi ini pada tahun 2006 memiliki angka persentase balita kurang gizi sebesar 30,16 persen, angka ini merupakan peningkatan dibandingkan tahun 2002 yang pada saat itu mencapai 29,50 persen. Bila dibandingkan tahun 1989 memang terjadi penurunan, karena pada saat itu mencapai 37,90 persen.

Pencapaian target pendidikan dasar bagi semua dengan indikator APM SD/MI dan APM SLTP/MT. Hal ini bersesuaian dengan program nasional wajib balajar sembilan tahun, kedua provinsi baik Sulawesi Selatan sebagi induk dan Sulawesi Barat sebagai pemekaran berada dalam kondisi yang masih mengkhawatirkan pencapaiannya terutama di tingkat SLTP/MT. Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2006 memiliki APM SD/MI sebesar 91,1 persen angka ini menunjukkan peningkatan di bandingkan dengan tahun 2002 yang mencapai 89,0 persen, dan di tahun 1992 provinsi ini baru memiliki APM SD/MI sebesar 80,8 persen. Jadi Provinsi ini selalu berada di bawah angka nasional, namun menunjukkan peningkatan persentase terus menerus hingga 2006. Dengan capaian di atas 90 persen sekalipun di bawah angka nasional, sudah cukup menggembirakan. Namun yang masih menyedihkan adalah APM SLTP/MT, karena masih banyak anak usia sekolah SLTP/MT yang tidak menikmati pendidikan tersebut. Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1992 memiliki APM SLTP/MT sebesar 33,3 persen, kemudian meningkat menjadi 55,9 persen 10 tahun kemudian yakni tahun 2002, dan meningkat lagi di tahun 2006 menjadi 60,3 persen APM SLTP/MT Sulawesi Selatan. Peningkatan yang hampir dua kali dibanding 14 tahun sebelumnya, memang menggembirakan namun masih terdapat hampir 40 persen anak yang tidak dapat menikmati SLTP/MT di usianya.

Hampir sama dengan Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Barat untuk tingkat SD/MI sudah di atas 90 persen, bahkan lebih baik sedikit dari Provinsi induk, namun di tingkat SMP justru lebih buruk lagi. Pada tahun 2006, APM SD/MI Provinsi capaiannya sebesar 91,7 persen sedangkan APM SMP mencapai 55,2 persen atau 11,3 persen di bawah angka nasional. Hampir mencapai separuh anak usia SMP yang tidak dapat menikmati pendidikan SLTP/MT.

Sebagai konsekwensi memiliki angka balita kurang gizi yang buruk, Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengurangi target kematian ana-anak masih cukup berat, sekalipun terjadi perkembangan yang cukup menggembirakan terutama dalam pengurangan AKB. Pada tahun 2005 AKB Provinsi Sulawesi Selatan sudah mencapai 10 jiwa per 1000 kelahiran, pada tahun 2003 AKB masih 47 jiwa per 1000 kelahiran. Keberhasilan menekan AKB yang cukup tinggi tidak serta merta mampu menekan AKBA sekalipun terjadi penurunan yang juga besar. Provinsi Sulawesi Selatan memiliki penurunan AKBA yang cukup baik antara tahun 2003-2005 yaitu masing-masing 72 jiwa menjadi 46 jiwa per 1000 kelahiran hidup.

Target penurunan penderita HIV/AIDS dan penyakit menular berbahaya di Provinsi ini masih relatif sulit. Di Sulawesi Selatan pada tahun 2005 tercatat 143 kasus HIV/AIDS dan 2.400 kasus penyakit malaria. Sementara itu di Sulawesi Barat pada tahun 2005 tercatat 1.100 kasus malaria.

Target pencapaian akses air minum aman bagi penduduk di Sulawesi Barat terasa berat, setidaknya dengan idikator akses air minum non perpipaan terlindungi dapat dilihat masih tingginya penduduk yang memperoleh air minum yang tidak terlindungi. Di Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2006 rumah tangga pengguna air minum non perpipaan terlindungi mencapai 45,5, jadi di bawah angka nasional yang mencapai 57,2 persen.

Target akses terhadap sanitasi layak di Provinsi Sulawesi Barat masih buruk karena kurang dari separuh penduduk yang menikmatinya, pada tahun 2006 sekitar 47,5 persen yang memiliki akses. Sedangkan Provinsi induk yakni Sulawesi Selatan pada tahun yang sama memperoleh capaian sudah di atas rata-rata nasional yakni 70,5 persen demikian juga tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :