MENGENAL OBAT KANKER PAYUDARA DARI KALTENG YANG JADI JUARA DUNIA

Home / Umum / MENGENAL OBAT KANKER PAYUDARA DARI KALTENG YANG JADI JUARA DUNIA

MENGENAL OBAT KANKER PAYUDARA DARI KALTENG YANG JADI JUARA DUNIA

MENGENAL OBAT KANKER PAYUDARA DARI KALTENG YANG JADI JUARA DUNIA

Dua putri asal Dayak mencetak kontribusi besar bagi dunia medis: Mereka memproses akar bajakah menjadi obat kanker payudara!

Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri berasal dari SMAN 2 Kota Palangka Raya patut berbangga. Pasalnya, hasil penelitian mereka kini resmi tercatat sebagai peraih medali emas dalam World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Berita keberhasilan Aysa dan Anggina langsung menjadi sorotan. Kisah awal mereka mengawali penelitian pun menimbulkan tanya. Tapi sebenarnya, tidakkah kamu penasaran bagaimana kanker payudara disebut-sebut dapat diobati dengan obat penemuan ke-2 gadis muda belia ini?

Penyakit yang satu ini keluar berasal dari tumor ganas di dalam jaringan payudara. Sesungguhnya, tumor ganas ini ialah beberapa sel kanker yang berkumpul dan menyebar secara cepat, apalagi hingga ke bagian tubuh lainnya.

Meski bernama kanker payudara, penyakit ini ternyata terhitung mengancam kaum laki-laki. Sel kankernya sendiri, tidak cuman di dalam payudara, dapat terbentuk pula di kelenjar susu dan saluran susu.

Apa tanda-tandanya kita diserang kanker payudara?

Keadaan paling umum yang dapat keluar mata adalah munculnya benjolan di payudara. Perhatikan baik-baik: Benjolan dengan tekstur keras dengan batas yang tidak mengerti dan permukaan tidak rata patut kamu waspadai.

Untuk menambah kepedulian masyarakat atas kanker payudara (perlu dicatat, 1 berasal dari 8 wanita di dunia mengidap penyakit ini), beberapa kampanye sudah digalakkan. Untuk memastikan kamu terhindar berasal dari penyakit ini, misalnya, kamu dapat melakukan SADARI, yaitu “pemeriksaan payudara sendiri”. Lebih lengkap, kamu dapat lagi membaca artikel ini.

Pertanyaan selanjutnya: Bisakah penyakit ini diobati?

Dikutip berasal dari Detik.com, kanker yang baru berada di stadium satu diyakini dapat pulih prima dengan perlindungan dokter. Namun, jikalau ia terhitung melibatkan kelenjar getah bening, angka harapan hidupnya kian rendah.

Di tengah keraguan para pengidap kanker payudara soal kesembuhan, dua putri asal Dayak di atas, Aysa dan Anggina berikan sebuah solusi. Berawal berasal dari aktivitas ekstrakurikuler, ke-2 gadis ini memutuskan untuk meneliti tanaman khas Kalteng, yaitu Bajakah. Berdasarkan data yang mereka himpun, bajakah rupanya sering dimanfaatkan untuk membuat sembuh penyakit kanker payudara.

Untuk menunjukkan secara ilmiah, tim mereka menyita misal akar bajakah untuk dicek lebih lanjut oleh laboratorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kota Banjarmasin. Hasilnya? Cukup mengejutkan.

Sebagaimana dikutip berasal dari JawaPos, Akar bajakah diketahui punyai kadar penting yang sesungguhnya dapat menopang sistem pengobatan kanker payudara. Dalam akar tumbuhan ini, peneliti mendapatkan terdapatnya saponin, alkoloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik. Zat-zat ini, menurut para peneliti, dapat dimanfaatkan untuk membuat sembuh tumor ganas.

Untuk memudahkan mengonsumsi obat kanker payudara, ke-2 gadis SMA tadi menjadi memproses akar bajakah menjadi bubuk. Caranya, setelah dikeringkan, akar tadi ditumbuk atau dihaluskan dengan blender.

Setelah itu, bubuk akar bajakah pun siap dikonsumsi sebagai penawar kanker payudara. Ia cuma kudu diseduh dengan kadar 1 gram di dalam 500 mililiter air. Sebelum resmi diluncurkan, bubuk akar bajakah ini diujicobakan khususnya pernah kepada tikus putih. Terbukti, selama dua minggu pengonsumsian, sel tumor tikus tadi pun menghilang.

Meski bervariasi pengobatan dan pencegahan kanker sudah banyak beredar, hasil karya ke-2 gadis ini menjadi tonggak sejarah penting di dunia medis. Penelitian lebih lanjut tentu dapat dilakukan, jika perlu, untuk penyempurnaan.

Tapi bagaimanapun, sungguh, ini adalah pencapaian yang kudu dirayakan. Menjelang Oktober yang dirayakan sebagai bulan pikirkan kanker payudara internasional, Aysa dan Anggina sudah berikan sumbangsih besar.

Baca Juga :