Belajar Dasar Hukum Tabrak Lari dari Insiden GrabWheels

Home / Tekno / Belajar Dasar Hukum Tabrak Lari dari Insiden GrabWheels

Belajar Dasar Hukum Tabrak Lari dari Insiden GrabWheels

Belajar Dasar Hukum Tabrak Lari dari Insiden GrabWheels

Belajar Dasar Hukum Tabrak Lari dari Insiden GrabWheels

Belajar Dasar Hukum Tabrak Lari dari Insiden GrabWheels

Polda Metro Jaya menjelaskan insiden tewasnya pengguna GrabWheels di kawasan Senayan

, Jakarta karena . Pengemudi berinisial DH yang telah ditetapkan tersangka disebut kepolisian tetap di lokasi usai kejadian.

“Saya pastikan bukan tabrak lari,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar saat dihubungi Rabu (14/11) malam.

Menurut Fahri kepolisian mendapat informasi dari saksi seorang satpam yang menjelaskan DH

sempat turun dari mobil karena ‘shock’ namun setelah itu kembali masuk ke mobil. Penumpang mobil berinisial L dikatakan turun dari mobil kemudian meminta bantuan satpam untuk mengevakuasi korban dan memanggil ambulans.

“Tetap di tempat sehingga polisi datang, tidak ada tabrak lari,” kata Fahri.

Lihat juga:Ancaman Hukuman untuk Pelaku Tabrak Lari
Tabrak lari merupakan kejadian seseorang mencelakai orang lain di jalan namun tidak bertanggungjawab atau berusaha melarikan diri. Kasus seperti ini kerap terjadi di jalanan terutama saat kondisi sepi, tidak banyak saksi, atau panik.

Pemerintah sebenarnya sudah mengatur tentang apa yang harus dilakukan pengemudi

setelah terlibat kecelakaan. Semua hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada Pasal 231 tentang Pertolongan dan Perawatan Korban tertulis:

Ayat (1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas, wajib:
a. Menghentikan Kendaraan yang dikemudikannya
b. Memberikan pertolongan kepada korban
c. Melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat
d. Memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan.

Ayat (2) Pengemudi Kendaraan Bermotor, yang karena keadaan memaksa tidak dapat melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, segera melaporkan diri kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat.

Selain itu pada Pasal 235 juga dijelaskan kewajiban dan tanggung jawab pengemudi yakni:

 

Sumber :

https://zalala.co.id/