Implementasi SIG

Home / Pendidikan / Implementasi SIG

Implementasi SIG

Table of Contents

Implementasi SIG

Implementasi SIG

Implementasi SIG

Sejak SIG pertama kali hadir 1960-an, terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang perangkat lunak SIG baik yang berbasiskan data spasial vektor maupun aster. Beberapa diantara sistem SIG ini dikembangkan dengan tujuan eksperimental di lingkungan akademis di beberapa Universitas.

Sementara sistem-sistem SIG yang lain dikembangkan sebagai sistem yang benar-benar operasional sebagaimana perangkat lunak SIG pada saat ini. Tetapi sayangnya tidak sedikit dari sistem-sistem ini yang kurang berhasil. Artinya, sebagian dari sistem-sistem yang dikembangkan pada saat itu tidak berfungsi secara penuh, dan untuk analisis spasial. Sementara pada kasu-kasus yang lain, sistem-sistem (SIG) tersebut masih sering mengalami gangguan seperti ‘hang’ sehingga menyebabkan kemacetan atau kegagalan dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

Secara umum Perancangan SIG dapat dibagi menjadi dua komponen utama, yakni perancangan perangkat lunak SIG, dan perancangan sistem SIG. Perancangan perangkat lunak SIG memerlukan pengetahuan teknis yang luas mengenai struktur data, model-model data, dan pemrogaman komputer.

Pekerjaan ini sangat menantang diantara profesi-profesi yang berpenghasilan tinggi, selain itu juga memerlukan pengetahuan-pengetahuan mengenai sains dan rekayasa di bidang komputer sebagai tambahan terhadap ilmu dasar SIG. Dengan demikian, siapapun yang memenuhi syarat, dapat memasuki bidang yang sangat menjanjikan ini , terutama karena perubahan dan perkembangan yang sangat cepat di bidang industri.

Sementara itu, perancangan sistem SIG menekankan faktor interaksi-intaraksi yang terjadi di antara manusia sebagai individu, kelompok dengan komputer sebagai komponen-komponen sistem yang masing-masing memiliki fungsi-fungsi tersendiri di dalam organisasi.

Aspek studi-studi mengenai perancangan SIG akan memperluas pengertian dan bahkan memperkaya definisi SIG itu sendiri. SIG tidak sekedar perhitungan, tetapi juga membahas masalah-masalah bagaimana mengintegrasikan sistem ke dalam organisasi, bagaimana sistem mempengaruhi pola pikir dan kerja manusia, dan bagaimana kelak sistem merubah fungsi-fungsi organisasi.

Sebagaimana dapat dilihat, isu-isu perancangan teknis tidak dapat dipisahkan dari isu-isu institusionalnya. Suatu sistem SIG yang dapat dikatakan sukses dari sisi perancangan teknisnya sekalipun kemungkinan masih akan menemui kegagalan jika tidak mendapatkan dukungan organisasi atau sponsor eksternal. Sebagai contoh, sekalipun usaha-usaha yang telah dilakukan (diberbagai bidang usaha yang berpotensi berbasiskan SIG, misalnya marketing, banking, perumahan, pengelolaan bahan galian, tambang, mineral dan sumber daya alam lainnya, dll.) telah mendapat kesuksesan di dalam suatu organisasi, tetapi jika tingkatan manajemen yang lebih tinggi di dalam organisasi yang bersangkutan melihat bahwa perluasan pengoperasiaan sistem SIG-nya justru berlebihan, maka kemungkinan pengoperasiaan sistem SIG-nya akan dibatasi atau bahkan dihentikan sementara. Atau, jika dukungan dana eksternal yang biasanya diperoleh dari luar organisasi untuk pengoperasiaan sistem SIG-nya gagal di dapat, kemungkinan besar pengoperasiaan sistem SIG-nya sama sekali dihentikan.

Sumber : http://www.23hq.com/mbestarticles/photo/61681639