Kena Pecahan Kaca Sekolah, Siswa SD di Sidoarjo Meninggal

Home / Pendidikan / Kena Pecahan Kaca Sekolah, Siswa SD di Sidoarjo Meninggal

Kena Pecahan Kaca Sekolah, Siswa SD di Sidoarjo Meninggal

Kena Pecahan Kaca Sekolah, Siswa SD di Sidoarjo Meninggal

Kena Pecahan Kaca Sekolah, Siswa SD di Sidoarjo Meninggal

Kena Pecahan Kaca Sekolah, Siswa SD di Sidoarjo Meninggal

Konsentrasi aktifitas ujian akhir tahun yang di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 5 Lajuk Porong

sempat terganggu, Rabu (15/5/2019).

Pasalnya BA (11) salah satu siswa kelas V di sekolah tersebut, nyawanya meregang usai membuka pintu kelas dengan cara mendorong pintu kaca dengan bahu, kemudian kacanya pecah dan lepas mengenai tubuh BA.

Kejadian itu bermula saat semua murid tengah melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT). Kelas V, ada 9 siswa dan semua masuk kelas untuk melaksanakan persiapan ujian.

“9 siswa saat itu sudah berada di dalam kelas,” kata Kapolsek Porong Kompol Wagiyo, Rabu (15/5/2019).

Setelah siswa berada dalam kelas, tambah Wagiyo, seorang guru mempersiapkan soal ujian

dan semua siswa duduk sambil menunggu pembagian naskah ujian.

Waktu semua siswa duduk menunggu pembagian soal ujian, korban terlihat beranjak keluar kelas dan duduk sejenak di teras. Tak lama berselang, korban masuk lagi ke dalam kelas.

“Korban membuka pintu kelas tidak dengan sewajarnya. Korban mendorongkan bahunya untuk membuka pintu kaca itu. Kaca pintu pecah dan korban terjatuh dengan posisi telungkup, badan didalam kelas, kakinnya di luar pintu,” jelas Wagiyo menirukan keterangan saksi di sekolah.

Pecahan kaca yang jatuh juga mengenai tubuh korban. Korban mengalami luka robek dibagian leher sepanjang 2×1,5 centimeter.

Korban langsung dibawa oleh guru ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong. “Nyawa sudah tidak tertolong,” imbuh Wagiyo.
Baca Juga:

Dan Yonif 3 Marinir Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Prajurit ‘Hiu Petarung’
Dua Pengedar Sabu Asal Gedangan Diringkus
Puluhan Tukang di Sidoarjo Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Program Kotaku 2019

Wagiyo juga memaparkan, dalam pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Sementara pemeriksaan psikologi, korban termasuk anak berkebutuhan khusus. “Keluarga korban tidak ingin divisum, korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan,” tandasnya.

 

Baca Juga :