Sikap kita Ketika Anak Suka Berkelahi

Home / Pendidikan / Sikap kita Ketika Anak Suka Berkelahi

Sikap kita Ketika Anak Suka Berkelahi

Sikap kita Ketika Anak Suka Berkelahi

Memasuki umur 3 tahun, anak mulai belajar mengendalikan emosi. Setiap anak memiliki keterampilan yang berbeda-beda. Ada anak yang lebih memilih diam. Namun, ada pun anak suka berduel dan melampiaskan emosinya melewati tindakan. Jika anak Anda tergolong yang laksana itu, bagaimana sikap kita sebagai orang tua?

Bagi mayoritas orang, anak yang doyan berduel selalu dirasakan sebagai anak badung dan ingin dijauhi. Namun, orang tua sendiri tidaklah boleh beraksi hal yang sama. Orang tua memiliki keharusan untuk menolong anak membetulkan diri. Di bawah ini diterangkan sikap yang usahakan dilaksanakan orang tua dalam menemani anaknya yang tidak jarang berkelahi.

Ketahui Penyebabnya

Tidak terdapat pertengkaran tanpa sebab. Biasanya, anak suka berduel karena ada urusan tertentu yang tidak cocok dengan isi hatinya. Di bawah ini ialah hal umum yang tidak jarang menjadi latar belakang perkelahian anak.

Ketidakadilan

Orang dewasa saja dapat marah andai mendapatkan perilaku yang tidak adil, lagipula anak-anak. Merasa tidak menemukan hak yang sama dengan temannya, seorang anak dapat marah dan berujung pada perkelahian.

Sifat egois

Sifat egois anak dapat menjadi pemicu pertengkaran. Dia merasa sebagai yang sangat benar dan mesti menemukan yang diinginkannya.

Temperamen

Melihat kondisi dan kondisi, ketika anak tidak dapat mengontrol emosi, dia pun menyimpulkan untuk berkelahi. Biasanya urusan ini disebabkan sesuatu yang tidak lagi dapat ditoleransi.

Tidak dapat menyelesaikan masalah

Perkelahian anak juga dapat disebabkan oleh sebuah masalah yang tidak kunjung ditemukan solusinya. Kebimbangan menciptakan anak menyalahkan satu sama beda dan menjadi pertengkaran.

Menjadi Pendengar

Untuk mudah mengetahui apa yang menciptakan anak suka berkelahi, Anda mesti menjadi pendengar yang baik. Tidak seluruh anak yang sering berduel itu nakal. Seorang anak dapat memutuskan berduel karena tidak terdapat yang mau memperhatikan pendapatnya. Banyak orang meremehkan dia sampai membuat emosinya memuncak.

Orang Tua Sebagai Teladan

Di samping menjadi pendengar, orang tua pun harus menjadi teladan. Sering kali, anak suka berduel karena laksana itulah teknik orang tuanya menuntaskan masalah. Jadi, tidak boleh salahkan anak andai Anda pun laksana itu. Tidak melulu menjadi misal dalam perkataan, tetapi pun melalui sikap dan perilaku.

Salah satu yang melatarbelakangi perkelahian ialah ketidakmampuan anak menuntaskan masalah. Bagi memberi anak pengertian tentang bagaimana menghadapi masalah, Andalah yang memberi contoh. Misalnya, saling mendengarkan, bertukar pikiran satu sama lain, lantas mencari jalan tengahnya. Jika Anda dapat menyikapi masalah dengan teknik yang baik, lebih mudah untuk anak guna menyesuaikan diri.

Sumber : http://www.go-green.ae/int_ads.php?sid=https://www.pelajaran.co.id