Kemendikbud Fokus Dalam Pengembangan SDM Guru dan Siswa

Home / Pendidikan / Kemendikbud Fokus Dalam Pengembangan SDM Guru dan Siswa

Kemendikbud Fokus Dalam Pengembangan SDM Guru dan Siswa

Kemendikbud Fokus Dalam Pengembangan SDM Guru dan Siswa

Program prioritas pembangunan Indonesia kini berpindah ke sumber daya insan (SDM). Kemendikbud akan mengerjakan pengembangan SDM untuk guru dan siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, konsentrasi pembangunan SDM yang akan dilaksanakan Kemendikbud tersebut menyasar untuk dua pelaku pendidikan, yaitu guru dan siswa.

Dia mengatakan, program pengembangan untuk murid di Kemendikbud bakal mengoptimalisasi program Wajib Belajar 12 Tahun sampai-sampai anak umur sekolah dapat mengenyam pendidikan sampai jenjang SMA. “Fokus SDM bila (untuk) sekolah terdapat dua. Pertama guru dan kedua siswa,” katanya pada diskusi publik Pendidikan Berkeadilan dengan Zonasi di Gedung Media Indonesia.

Mendikbud menjelaskan, Wajib Belajar 12 Tahun sebagai perpanjangan dari Wajar 9 Tahun bakal lebih dimaksimalkan lagi capaiannya. Salah satunya dengan sistem zonasi supaya semua anak umur sekolah dapat masuk ke sekolah formal dan sekolah nonformal. Muhadjir menerangkan, penerimaan murid baru melewati sistem zonasi ini bakal terus berkoordinasi dengan Kemendagri, terutama Ditjen Dukcapil berhubungan integrasi data antara nomor induk kependudukan dengan nomor induk murid nasional.

Untuk pengembangan guru, kata dia, Kemendikbud akan merangkai tata kelola guru yang dibuka dari edukasi dan pelatihannya serta pembenahan dari tata kelola perekrutan. Selanjutnya Kemendikbud akan berbenah masalah insentif dan tunjangan, tergolong tugas pokok dan beban kerja guru.

Pada peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Kemendikbud, Mendikbud menjelaskan, reformasi paradigma edukasi adaptif yang mengekor perkembangan zaman akan menyokong pidato Presiden RI Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 16 Agustus kemarin. Dia menyatakan, reformasi edukasi tersebut dapat dilaksanakan melalui sistem zonasi.

Kebijakan ini dibutuhkan sebagai langkah mula untuk pemerataan edukasi yang adil dan berkualitas. “Kebijakan zonasi bukan berhenti pada PPDB saja, tetapi akan mencakup penataan dan pemerataan guru, infrastruktur, sekian banyak sumber daya, pengintegrasian edukasi formal dan nonformal, serta pengaturan ekosistem pendidikan,” jelas Mendikbud. Selanjutnya reformasi pendidikan pun berfokus pada pembangunan karakter bangsa.

Pembangunan karakter ini dilaksanakan dengan menguatkan edukasi yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di semua ekosistem pendidikan. Pembangunan karakter bangsa ini pun ditempuh melewati pemajuan kebudayaan. “Karena bangsa yang berkarakter ialah bangsa yang menghargai budayanya. Pemajuan kebudayaan, penguatan keawetan budaya, dan pelindungan hak kebudayaan menjadi unsur yang paling penting,” ucapnya.

Untuk menjaring semua guru terbaik, Kemendikbud sudah memilih semua juaranya di Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi 2019. Dirjen GTK Kemendikbud Supriano menjelaskan, seleksi guru dan tenaga kependidikan lumayan ketat dan dilakukan secara berjenjang. Dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan di tingkat nasional juga diuji lagi sampai-sampai ada perwakilan guru yang merata dari semua wilayah.

Supriano menjelaskan, hasil yang didapat dari guru dan tenaga kependidikan terbaik ini bakal didiskusikan pulang dan dijadikan model. “Nanti hasil-hasil mereka yang terbaik ini bakal dibukukan, disebar, dan anda diseminasikan ke sekolah-sekolah lainnya sehingga dapat menjadi arsip mengenai model-model pembelajaran yang didapatkan teman-teman guru.Di samping itu, pun hasilnya bakal kami masukkan ke dalam laman Kemendikbud dan siapa pun dapat mengaksesnya sampai-sampai mempermudah teman-teman di daerah,” pungkasnya.

Sumber : https://re.wikiwiki.jp/?https://www.pelajaran.co.id