Kadisdik: Kuasai Teknologi, Perkuat Pendidikan Karakter

Home / Pendidikan / Kadisdik: Kuasai Teknologi, Perkuat Pendidikan Karakter

Kadisdik: Kuasai Teknologi, Perkuat Pendidikan Karakter

Kadisdik: Kuasai Teknologi, Perkuat Pendidikan Karakter

Kadisdik Kuasai Teknologi, Perkuat Pendidikan Karakter

Kadisdik Kuasai Teknologi, Perkuat Pendidikan Karakter

Di era revolusi Industri 4.1, seorang guru harus mampu adaptif dalam proses pembelajaran serta turut berperan aktif dalam proses pendidikan karakter. Sehingga, kemajuan teknologi yang menunjang proses pembelajaran siswa secara kognitif juga mampu diimbangi karakter peserta didik. Kolaborasi seperti ini akan menjadikan siswa lebih kompetitif dan berkembang.

Hal tersebut diucapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi

dalam kegiatan Workshop Penyusunan E modul Pembelajaran bagi Guru SMA, SMK dan SLB di Hotel Panorama, Lembang, Kota Bandung, Selasa, 6 November 2018.

“Saat masuk revolusi industri sekarang, semuanya serba internet dan terkoneksi. Proses pembelajaran pun terasa lebih mudah. Namun satu yang perlu diperhatikan, bagaimana kita selaku pendidik mampu menguatkan pendidikan karakter para siswa,” ucap Hadadi.

Hadadi menjelaskan. Perkembangan dan penggunaan teknologi

dalam pendidikan tak lebih dari sebuah fasilitas, sedangkan pengembangan peserta didik tetap ada di tangan guru. “Sekarang Bapak Ibu workshop menyusun modul, saya yakin itu akan cepat selesai. Namun pertanyaan selanjutnya, apakah modul tersebut aplikatif ? apakah modul tersebut mampu memotivasi siswa untuk belajar? Pertanyaan-pertanyaan itu yang harus kita semua cari solusinya disini,” tuturnya.

Karena, menurut Hadadi, pembelajaran sekarang harus dititikberatkan pada peserta didik. Sehingga guru tak hanya berperan sebagai pemberi ilmu, namun juga mampu menggugah siswa untuk belajar. “Kalau sekadar transfer bahan ajar, tanpa ada semangat, siswa pasti akan merasa bosan. Seorang guru harus memberi gairah baru, mampu memberikan kesan yang mendalam bagi siswa dan mampu memotivasi siswa untuk terus mengembangkan diri,” katanya menjelaskan.

Hadadi berharap, lewat kegiatan ini siswa guru mampu berperan aktif

dalam proses pembelajaran dengan modul pembelajaran yang lebih adaptif serta mampu meningkatkan kompetensi siswa. “Semoga proses pembelajaran terus meningkat menjadi lebih baik dan selalu memiliki progres dari tahun ke tahun,” ucap Hadadi.

Kegiatan Workshop Penyusunan E-modul Pembelajaran ini diselenggarakan oleh Balai Informasi Informasi dan Komunikasi Dinas Pendidikan Jawa Barat pada 6-8 November 2018 dan diikuti oleh 71 guru dari berbagai sekolah yang ada di Kota Bandung dan Kota Cimahi.***

 

Sumber :

https://egriechen.info/sejarah-kerajaan-majapahit/