Penyebab Dan Dampak Negatif Sering Menunda Pekerjaan

Home / Umum / Penyebab Dan Dampak Negatif Sering Menunda Pekerjaan

Penyebab Dan Dampak Negatif Sering Menunda Pekerjaan

Penyebab Dan Dampak Negatif Sering Menunda-Nunda Pekerjaan

Suka menunda-nunda pekerjaan. Satu hal ini nampaknya dialami oleh sebagian besar orang di Indonesia. Sebuah kebiasaan yang diketahui buruk, namun sulit dihilangkan begitu saja. Kebiasaan yang bila dibiarkan bisa berbahaya dan jika mencoba dihilangkan, tidak semudah berkata-kata. Betul?

Jika ini yang Anda rasakan, maka coba luangkan waktu sejenak untuk membaca postingan kali ini. Bersama-sama kita akan membahas tentang penyakit suka menunda-nunda pekerjaan ini dan apa sih yang bisa menjadi obatnya. Sebelum itu, tahukah Anda sebuah kata-kata bijak berikut ini :

“Pola pikir membentuk KEBIASAAN. KEBIASAAN membentuk KARAKTER. KARAKTER membentuk NASIB. NASIB menguatkan POLA PIKIR KEMBALI.”

“Jangan selalu katakan ‘masih ada waktu’ atau ‘nanti saja’. Lakukan segera, gunakan waktumu dengan bijak.”
Jika kita mau mencari sumber bacaan atau melihat sekitar, sebenarnya banyak sekali contoh kebiasaan menunda yang berujung petaka. Maksudnya ialah petaka untuk dirinya sendiri dan juga bisa berdampak pada orang lain di sekitar. Sebagian orang menyadari kebiasaan buruk ini dan sebagian lagi tidak menyadarinya.

Lalu, kenapa kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaan ini bisa terjadi?

Salah satu cara menemukan solusi atau obat penyakit menunda-nunda pekerjaan ialah dengan mengeskplorasi apa yang menjadi penyebabnya. Identifikasi apa saja yang memicu atau memunculkan sikap menunda itu. Jika kita sudah mengetahui penyebabnya, biasanya akan mudah untuk menemukan obat atau strategi mengatasi kebiasaan buruk tersebut.

Dampak Negatif Suka Menunda-Nunda Pekerjaan dan Penyebabnya
Nah, untuk membantu Anda mengidentifikasi, berikut 8 hal yang umumnya menyebabkan mereka yang menunda-nunda pekerjaan atau hal baik lainnya. Atau dengan kata lain

1. STRES
Ketika seseorang dalam kondisi stres, cemas, gelisah, dan sejenisnya, maka sangat sulit untuk bisa produktif dalam bekerja atau beraktivitas. Dalam situasi seperti ini, menunda menjadi pilihan yang paling sering diambil. Namun, pahamilah bahwa itu bukan cara yang bijak.
Menunda memang bisa melepas stres sejenak, namun itu hanya sementara. Lebih buruk lagi, menunda justru menambah beban dan membuat seseorang semakin stres.

2. RASA MALAS
Penundaan biasa juga dilakukan karena seseorang merasa terlalu letih secara fisik dan emosi. Menunda dinilai sebagai waktu mengambil istirahat sejenak, namun itu sebenarnya adalah jebakan. Ketika kita berhenti, kecenderungan untuk berbergerak lagi menjadi semakin berat. Akibatnya muncullah rasa malas.

3. HILANG MOTIVASI
Motivasi yang rendah atau justru kehilangan motivasi, merupakan salah satu penyebab seseorang mudah untuk menunda-nunda hingga menjadi kebiasaan. Motivasi rendah diiringi dengan sikap ogah-ogahan dalam mengerjakan sesuatu, merasa bosan, dan sejenisnya. Untuk itu, ketika seseorang kurang atau hilang motivasi, sebaiknya segera diatasi.

4. BURUKNYA MANAJEMEN DIRI
Manajemen diri ini terkait dengan kedisiplinan dalam waktu, yang buruk itu seperti suka terlambat, lalai menyelesaikan tugas tepat waktu, dan sebagainya. Manajemen yang sudah terlanjur buruk, justru memperkeruh suasana hati dan sikap Anda. Alhasil, orang jadi suka menunda-nunda pekerjaannya.

5. KURANGNYA KETERAMPILAN
Munculnya sikap suka menunda juga bisa dikarenakan kurangnya keterampilan secara teknis. Maksudnya ialah pengetahuan yang memang dibutuhkan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Seseorang jadi mudah untuk ragu memulai hingga akhirnya memutuskan untuk menundanya.

6. PERFEKSIONIS
Satu lagi penyebab orang suka menunda ialah karakter perfeksionis. Seseorang ingin melakukan segala sesuatu dengan sempurna hingga lebih fokus pada melakukan rencana hingga menunggu-nunggu waktu yang tepat. Namun, Anda perlu tahu bahwa perfeksionis adalah resep utama untuk stres dan memunculkan kebiasaan buruk menunda-nunda.

Nah, dari beberapa penyebab menunda di atas, manakah yang mewakili kondisi Anda saat ini? Coba identifikasi. Setelah itu, InsyaAllah Anda akan menemukan obat atau strategi mengatasinya.

Baca Juga :