KONSEP TINGKAT EKONOMI

Home / Pendidikan / KONSEP TINGKAT EKONOMI

KONSEP TINGKAT EKONOMI

Table of Contents

KONSEP TINGKAT EKONOMI

KONSEP TINGKAT EKONOMI

KONSEP TINGKAT EKONOMI

 Terdapat beberapa istilah yang dibedakan dalam menganalisis kerusakan ekonomi, yaitu antara luka (injury) dan rusak (damage). Luka berarti akibat dari aktifitas hama terhadap fisiologi tanaman. Sedangkan rusak berarti ukuran kehilangan fungsi dari tanaman, seperti jumlah, kualitas, atau estetika. Dengan demikian, luka lebih fokus kepada hama dan aktifitasnya, dan rusak lebih fokus kepada tanaman dan responnya terhadap luka.

            Mengetahui tingkat luka dan kerusakan berguna dalam pengambilan keputusan untuk mengontrol hama. Beberapa konsep penting dalam mengetahui tingkat luka atau kerusakan yaitu:

  1. Tingkat luka ekonomi (Economic injury level), didefinisikan sebagai jumlah serangga terkecil yang dapat mengakibatkan kerusakan ekonomi. Walaupun di ekspresikan dalam bentuk jumlah serangga per unit area, EIL menunjukkan tingkat luka sebenarnya. Karena, luka biasanya sulit untuk diukur dalam kondisi lapangan, sehingga jumlah serangga dijadikan index untuk menunjukkan tingkat luka tersebut. EIL dapat diperoleh dari persamaan:

EIL =    C                                       dimana:

            VIDK

C= pengeluaran manajemen per luas area

V= harga pasar per unit produksi

I= persentase unit yang luka per serangga per unit produksi

D= kerusakan per unit luka

K= proporsi reduksi dalam luka potensial atau kerusakan

  1. Ambang ekonomi (Economic Threshold), merupakan jumlah serangga yang dapat memicu tindakan manajemen. Jika populasi hama terus meningkat, maka laju pertumbuhan hama dapat diperkirakan, dan ET ditetapkan berada di bawah EIL. Dengan demikian, kita memperkirakan ketika populasi hama mencapai ET, maka kemungkinan besar populasi hama tersebut mencapai tingkat EIL. Karena itu tindakan harus diambil sebelum populasi hama mencapai EIL.
  2. Posisi equilibrium (Equilibrium position), merupakan kepadatan populasi rata-rata dari sebuah populasi serangga dalam periode waktu yang cukup lama yang tidak diakibatkan oleh intervensi kontrol hama. Kepadatan populasi berfluktuasi diantara nilai rata-rata lebih dipengaruhi oleh faktor alami ketergantungan-kepadatan seperti parasitoid, predator, dan penyakit. Nilai EIL dapat berada dimana saja diantara nilai EP, apakah di atas atau di bawah nilai EP.

Sumber : https://jalantikus.app/