FISIOLOGI KEMAMPUAN TERBANG PADA HUMMINGBIRDS

Home / Budidaya / FISIOLOGI KEMAMPUAN TERBANG PADA HUMMINGBIRDS

FISIOLOGI KEMAMPUAN TERBANG PADA HUMMINGBIRDS

FISIOLOGI KEMAMPUAN TERBANG PADA HUMMINGBIRDS

FISIOLOGI KEMAMPUAN TERBANG PADA HUMMINGBIRDS

FISIOLOGI KEMAMPUAN TERBANG PADA HUMMINGBIRDS

Burung memiliki laju metabolisme yang tinggi yang merupakan prasyarat untuk kemampuan terbang. Dengan laju metabolime yang tinggi, burung memerlukan pasokan oksigen yang cukup banyak. Karena itu, burung memiliki sistem respirasi yang lebih efisien dibandingkan dengan mamalia atau reptil.
Burung pemakan madu merupakan burung dengan kemampuan terbang yang unik, burung ini mampu berada pada posisi yang tetap di udara untuk mengisap nektar pada bunga. Untuk mampu terbang pada posisi yang tetap, burung pemakan madu mengepakkan sayapnya dengan cepat sekali, rata-rata 50 kepakan per detik. Kepakan sayap secepat itu memerlukan pasokan energi yang besar yang berasal dari makanan dan pasokan oksigen.
Salah satu kelompok burung pemakan madu ialah Hummingbirds dari famili Trochilidae, ordo Apodiformes. Famili Trochilidae memiliki 102 genus dan 328 spesies. Kelompok burung pemakan madu lainnya berasal dari famili Nectarinidae.
Hummingbirds memiliki ciri paruh panjang dan silinder seperti probe, berukuran kecil, berat bervariasi 2-20 gram, dan bentuk sayap seperti pedang. Kepakan sayapnya ketika terbang mencapai 35 kepakan per detik, sedangkan ketika mengisap nektar mencapai 55 kepakan per detik.

Sumber : https://uptodown.co.id/