Program Jabar Masagi, Emil: Bentuk Pendidikan Karakter Pelajar Jawa Barat

Home / Pendidikan / Program Jabar Masagi, Emil: Bentuk Pendidikan Karakter Pelajar Jawa Barat

Program Jabar Masagi, Emil: Bentuk Pendidikan Karakter Pelajar Jawa Barat

Program Jabar Masagi, Emil: Bentuk Pendidikan Karakter Pelajar Jawa Barat

Program Jabar Masagi, Emil Bentuk Pendidikan Karakter Pelajar Jawa Barat

Program Jabar Masagi, Emil Bentuk Pendidikan Karakter Pelajar Jawa Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan luncurkan program Jabar Masagi

sebagai bentuk pendidikan karakter dan moral bagi para pelajar di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Jabar Masagi merupakan konsep yang diadopsi dari Bandung Masagi, yakni gagasan Emil saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

“Program ini akan diluncurkan di Cirebon, kemudian dimasukkan dalam kurikulum sekolah,” ucapnya di Gedung Sate, Selasa (4/12).

Pria yang akrab disapa Emil ini mengungkapkan, Jabar Masagi

merupakan pendidikan karakter yang berdasarkan pada pendidikan budi pekerti dan moral.

“Pendidikan ini berdampak pada peningkatan akhlak dalam menjalani kehidupan sosial dan mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari berbagai wilayah di Jawa Barat,” ungkapnya.

Perkembangan zaman yang kini sudah mulai serba digital, lanjut Emil, berdampak besar pada perilaku masyarakat, khususnya pelajar di dunia maya atau dunia sehari-hari. Tidak sedikit, katanya, orang yang berperilaku tidak baik di media sosial.

“Tiap zaman itu punya tantangan sendiri-sendiri. Di zaman milenial itu

adalah perilaku karena informasi-informasi yang baik juga buruk beredar melalui teknologi di smartphone. Kalau mereka salah pergaulan, akan rusak. Pinter tapi julid, pinter tapi nyinyir, pinter tapi tidak santun, dan seterusnya,” paparnya.

Dikatakan Emil, pintar secara IQ saja, tidak cukup. Pihaknya ingin memasukkan ESQ ke dalam kurikulum sekolah dalam bentuk Jabar Masagi.

“Jabar Masagi memiliki empat nilai, yakni surti, harti, bukti, dan bakti. Keempat hal ini berasal dari dari filosofi Sunda yang merefleksikan cinta agama, bela negara, jaga budaya, dan cinta lingkungan,” kata Emil.

Empat nilai itu, kata Emil, akan diserap dalam kurikulum pendidikan sekolah di Jabar. Tujuan utamanya, kata Emil, pendidikan di Jabar bisa memproduksi siswa yang berakhlak dan kompetitif.

“Sehingga nanti lulusan-lulusan pelajar di Jabar selain cerdas dia punya akhlak dan karakter yang membanggakan serta punya spirit pejuang, spirit kompetitif,” tandasnya.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html