Belum Maksimal, HMI Latih Kader

Home / Pendidikan / Belum Maksimal, HMI Latih Kader

Belum Maksimal, HMI Latih Kader

Belum Maksimal, HMI Latih Kader

Belum Maksimal, HMI Latih Kader

Belum Maksimal, HMI Latih Kader

Belum maksimalnya kajian diskusi dan budaya literasi dalam proses pengkaderan

di lingkungan kampus, jadi alasan Komisariat HMI STAI Kharisma serta STISIP Widyapuri lakukan basic training Latihan Kader (LK1).

Kegiatan LK1 yang berlangsung sejak 2-4 November 2018 tersebut dilakukan di dua tempat berbeda. STAI Kharisma Cabang Sukabumi mengadakannya di Pondok Pesantren Insan Mandiri (GIM) Al Amin, Kampung Karangsirna, Desa Nangerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Sementara STISIP Widyapuri Mandiri pelaksanaannya Villa Yuarvina, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

“LK1 bagian dsri proses mencetak kader akademis yang bisa terimplementasikan sebagai khittah perjuangan bagi kader umat dan kader bangsa yang jadi fokus perjuangan HMI,” ungkap Ketua Pelaksana LK1 Komisariat STAI Kharisma Awaludin, Minggu (4/11).

Ditegaskannya, kegiatan tersebut untuk membina mahasiswa agar memiliki kader berkepribadian muslim.

Termasuk berkualitas akademis dan sadar fungsi serta peran organisasi. Hal itu termasuk peran sebagai kader umat dan bangsa.

“Kami pun dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya memberikan materi wajib LK 1 saja, akan tetapi kami memberikan materi tambahan seperti hal nya pengantar filsafat dan ekspektasi,” katanya.

Sementara itu Ketua HMI Komisariat STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi M Atif Muchlis mengatakan, mahasiswa adalah pembaharu yang harus berpikir dinamis, kreatif, dan inovatif. Termasuk bebas dari indoktrinasi dogmatis dan melepaskan diri dari segala fanatisme sempit.

“Seorang mahasiswa harus mampu berdiri sendiri menghadapi segala risiko apapun,”

ungkapnya

Hal tersebut, berupa konsekuensi sekaligus kaharusan dari sosok mahasiswa yang harus independen. Keberpihakan hanya kepada Allah, bukan kepada siapa-siapa, bukan juga kepada golongan ataupun kubu dalam menapaktilasi kehidupan.

“Intinya, memaksimalkan kontribusi intelektual dalam wujud-wujud amal sholehnya kepada bangsa dan negara,” pungkasnya

 

Baca Juga :