Calon PPDB SMP Membeludak, Antrenya Lama

Home / Pendidikan / Calon PPDB SMP Membeludak, Antrenya Lama

Calon PPDB SMP Membeludak, Antrenya Lama

Calon PPDB SMP Membeludak, Antrenya Lama

Calon PPDB SMP Membeludak, Antrenya Lama

Calon PPDB SMP Membeludak, Antrenya Lama

Hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP I Bontang membeludak. Para orang tua rela antre, bahkan desak-desakan agar anak mereka bisa diterima di sekolah unggulan tersebut.

Pantauan Bontang Post (Jawa Pos Group) di lokasi, Senin (3/7) meski panitia PPDB SMP I mulai membuka pendaftaran sejak pukul 08.00 Wita, para orang tua telah memenuhi halaman sekolah sejak pukul 07.00 Wita. Walau datang lebih awal agar tidak berdesak-desakan dengan orang tua atau calon siswa baru lainnya, nyatanya tetap antre berjam-jam.

Sri Aminatun, salah satu orang tua calon siswa baru mengatakan, dia bersama anaknya sudah datang sekira pukul 07.30 Wita untuk mengambil nomor antrean. Tetapi, hingga pukul 11.40, dia masih mengantre.

“Gak ada kendala sebenarnya, cuma kalo boleh usul ke depan,

ini meja pendaftaran yang ditambah. Kalau hanya dua meja, ya begini jadinya. Meskipun kita datang pagi sekali, tetap saja ada yang datang lebih dulu. Persiapannya saya kira yang harus dimatangkan supaya tidak ngantre berjam-jam,” ungkapnya.

Belum lagi dengan tak dibatasinya nomor antrean, akibatnya memicu membeludaknya orang tua dan calon siswa. Mestinya, sejak awal panitia harus membatasi kuota per harinya. “Ini yang kami lihat, tidak ada batas ambil nomor antrean, wajar aja sampai membeludak seperti ini. Seharusnya sudah ada antisipasi dari panitia,” keluhnya.

Sri sangat berharap putrinya bisa melenggang masuk ke SMP 1. Selain karena sekolah unggulan, kualitas dan sarana prasarana di sekolah ini pun sangat menunjang. “Semoga anak saya bisa masuk, kalau nanti tergeser (tidak masuk) sesuai permintaan anak maunya di SMP 8, karena dekat dengan rumah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Elin Nainggolan yang juga turut bersama-sama dengan Sri. Rela antre berjam-jam di bawah terik matahari. Dia berharap, ke depan, pelaksanaan PPDB tidak membuat ribet orang tua. “Tadinya saya pikir daftar lewat online jadi gak perlu repot-repot lagi, eh ternyata banyak berkas yang harus dicocokkan di sini,” ujarnya.

Elin juga menyoal terkait sistem penerimaan jalur bina lingkungan. Pasalnya,

lokasi rumahnya yang berada di RT 17, Kompleks BTN KCY tak masuk dalam lingkungan SMP I. Padahal, lokasi rumahnya dan sekolah merupakan satu kelurahan yang sama.

“Kok bisa gitu. Padahal, kalo lewat bina lingkungan, nilai anak saya kan bisa ditambah tiga. Kalau sudah seperti ini, saya ambil yang jalur reguler sehingga anak saya bisa masuk,” harapnya.

Setali tiga uang, sama dengan kedua orang tua calon siswa lainnya Noni yang juga orang tua calon siswa berharap, ke depan, pihak panitia pelaksana dapat menjadikan pelaksanaan PPDB tahun ini sebagai bahan evaluasi. Sebab, tak dapat dimungkiri, banyak waktu produktif tersita hanya untuk mengantre dan menunggu antrean dipanggil.

“Kerjaan kita di rumah banyak, belum masak, beli ini itu, ditambah lagi ngurus

daftar anak sekolah ini. Semoga dijadikan pembelajaran,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMP 1 Bintari Nur Syam mengaku, pihaknya sudah membagi tugas kepada seluruh SDM. Jumlah tersebut pun mengacu pada surat perintah dari Dinas Pendidikan (Disdik). Soal antrean berjam-jam, menurut dia, pihaknya harus melakukan pencocokan berkas satu per satu calon siswa baru.

“Data ini harus kami verifikasi benar-benar, gak bisa asal cepat. Kami harus hati-hati mencocokkan datanya agar valid. Jangan sampai ada yang komplain. Mohon maaf kalau orang tua dan calon siswa menunggu lama,” ungkapnya.

 

Sumber :

http://groupspaces.com/Education30/pages/geography