Terpilih Jadi Dekan, Dokter Ini Justru Bertekad Perangi Hoax

Home / Pendidikan / Terpilih Jadi Dekan, Dokter Ini Justru Bertekad Perangi Hoax

Terpilih Jadi Dekan, Dokter Ini Justru Bertekad Perangi Hoax

Terpilih Jadi Dekan, Dokter Ini Justru Bertekad Perangi Hoax

Terpilih Jadi Dekan, Dokter Ini Justru Bertekad Perangi Hoax

Terpilih Jadi Dekan, Dokter Ini Justru Bertekad Perangi Hoax

Namanya adalah Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB. Sosoknya merupakan seorang dokter spesialis ilmu penyakit dalam dan menjadi konsultan Gastroenterologi Hepatologi. Dia juga sering muncul menjadi narasumber untuk berbagai media cetak dan TV.

Kini Ari terpilih menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)

periode 2017–2021 setelah melalui proses di hadapan Rektor UI dan Para Wakil Rektor di Gedung Pusat Administrasi UI kampus Depok. Ari terpilih setelah unggul dari empat kandidat calon Dekan FKUI lainnya, yaitu Prof. dr. Badriul Hegar Syarif, Dr. dr. Budi Wiweko, dr. Ponco Birowo, Ph.D dan Dr. dr. Sonar Soni Panigoro.

“Mewujudkan FKUI menjadi fakultas yang mandiri, unggul, dan mampu menyelesaikan tantangan bidang kedokteran dan kesehatan nasional dan internasional melalui Academic Health System (AHS),” kata Ari ketika ditanyakan visinya dalam keterangan tertulis UI, Selasa (14/11).

Ari bertekad akan mengoptimalkan fungsi Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) sebagai pusat penelitian dan optimalisasi keuangan FKUI. Sehingga ke depannya, IMERI dan AHS beserta segenap departemen keilmuan yang ada di FKUI dapat berkolaborasi untuk meningkatkan jumlah penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Program menarik yang dia tawarkan adalah pembentukan media corner yang akan beroperasi 1×24 jam untuk menjawab hoax-hoax kesehatan yang beredar di masyarakat. Menurutnya, isu hoax kesehatan kerap beredar dengan cepat dan meresahkan masyarakat.

“Di sinilah diharapkan FKUI berperan untuk meminimalisasi keresahan serta meluruskan isu dan memberikan edukasi yang benar seputar isu kesehatan,” tegas Ari.

Gelar dokter umumnya dia peroleh dari FKUI pada tahun 1990.

Sejumlah penghargaan yang berhasil dia raih di antaranya Young Clinician Award pada World Congress of Gastroenterology Bangkok, Peneliti Terbaik bidang Gastroenterologi pada Konferensi Kerja Nasional PGI-PEGI-PPHI Balikpapan, Travel Award pada Seoul Internasional Digestive Disease Weeks, dan pemenang penghargaan artikel pada jurnal Internasional DRPM UI tahun 2006 dan 2008.

Selain Ari, saat ini UI tengah menggelar pemilihan Dekan Fakultas serta Direktur Program Vokasi UI. Proses pemilihan pemimpin fakultas ini didasarkan atas Peraturan Majelis Wali Amanat No.004/Peraturan/MWA-UI/2015 dan Keputusan Rektor UI No.1190/SK/R/UI/2013.

Proses penjaringan Dekan Fakultas atau Direktur Program Vokasi

telah berlangsung dari bulan Juli 2017 dan saat ini telah memasuki tahap akhir. Para kandidat yang memasuki tahap ini adalah para kandidat yang telah melalui proses tingkat penjaringan fakultas.

Penilaian terhadap calon Dekan meliputi kinerja akademis sesuai dengan bidang ilmu Fakultas, penilaian kecakapan manajerial, kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, kepribadian, dan integritas moral. Penilaian lainnya, yaitu calon Dekan harus memiliki komitmen terhadap fakultas dan universitas, pemahaman terhadap isu strategis di fakultas, dan akseptabilitas di fakultas.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/afiksasi-adalah.html