BERDASARKAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN

Home / Pendidikan / BERDASARKAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN

BERDASARKAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN

BERDASARKAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN

BERDASARKAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN

BERDASARKAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN

Berdasarkan akibat yang ditimbulkan, parasit dapat dibedakan menjadi :

ParasitiASIS adalah jika parasit belum mampu menimbulkan lesi (jejas) atau tanda klinis pada hospesnya, sedangkan ParasitOSIS adalah jika parasit telah mampu menimbulkan lesi (jejas) atau gejala klinis pada hospesnya.

Contoh : infeksi cacing Ascaris suum pada babi, hasil pemeriksaan tinja ditemukan telur cacing Ascaris suum tetapi babi tersebut belum menampakkan gejala klinis, sehingga babi tersebut menderita Ascariasis. Sedangkan jika babi tersebut telah menampakkan gejala klinis disebut menderita Ascariosis

Contoh infeksi Protozoa saluran pencernaan (Balantidium sp), hasil pemeriksaan tinja ditemukan bentuk kista atau tropozoit Balantidium sp, tetapi hewannya belum menampakkan gejala klinis, sehingga disebut hewan menderita Balantidiasis dan jika gejala klinisnya sudah nampak disebut Balantidiosis.

Contoh infestasi artropoda kudis kulit (Sarcoptes scabiei penyebab Scabies). Dari hasil pemeriksaan kerokan kulit ditemukan tungau Sarcoptes sp, jika hewannya belum menampakkan gejala klinis disebut menderita Scabiasis dan jika sudah menampakkan gejala klinis disebut Scabiosis

 

BERDASARKAN LAMA HIDUP BERPARASIT PADA HOSPES

Berdasarkan lama hidup perparasit pada hospes, parasit dapat dibedakan menjadi :

  1. Selama hidupnya sebagai parasit
  2. Belum dewasa sebagai parasit dan dewasa hidup bebas
  3. Dewasa hidup sebagai parasit da, belum dewasa hidup bebas
  4. hamper selama hidupnya sebagai parasit

Parasit yang Selama Hidupnya sebagai Parasit

Contoh : Cacing Trichinella spiralis cacing dewasanya hidup didalam saluran pencernaan dan larvanya hidup diantara sel-sel daging serat lintang babi. Protozoa Plasmodium sp, stadium aseksualnya berparasit didalam eritrosit unggas, sedangkan stadium seksualnya berparasit didalam tubuh nyamuk. Artopoda (kutu Menopon gallinae), sejak dari telur sampai dewasa hidup dan melekat pada bulu ayam

 

Parasit yang Belum Dewasa sebagai Parasit dan setelah Dewasa Hidup Bebas

Contoh : artopoda (lalat Chrysomia sp) dimana larva lalat ini umumnya hidup di sela-sela ceracak kaki sapi sehingga menimbulkan Miasis, sedangkan lalat dewasanya hidup bebas

Parasit yang Dewasa sebagai Parasit dan Sebelum Dewasa Hidup Bebas

Contoh : artropoda nyamuk, (Aedes, Anopheles dan Culex) betina dewasa hidup sebagai parasit (menghisap darah), sedangkan jentik (belum dewasa) hidup bebas didalam air.

 

Parasit yang Hampir Seluruh Hidupnya sebagai Parasit.

Contoh : cacing Fasciola gigantica, embrio yang ada didalam telur hidup bebas, stadium mirasidium, sporokista, redia dan cercaria hidup sebagai parasit pada siput air tawar (Lymnaea sp), stadium metasercaria hidup bebas dan cacing dewasanya berparasit didalam hati dan kantung empedu herbivopa.

  1. BERDASARKAN LAMA WAKTU BERPARASITNYA

Berdasarkan lama waktu berparasitnya, parasit dapat diebdakan menjadi ;

  1. Parasit Temporer (Berkala = Periodik)adalah parasit yang mengunjungi hospesnya pada waktu –waktu tertentu saja.Contoh : Nyamuk, lalat akan menghisap darah hospesnya pada waktu tertentu saja
  2. Parasit Stasioner, adalah parasit yang sebagian atau seluruh hidupnya menetap pada hospes, apabila menetap selama satu stadium siklus hidupnya disebutParasit Stasioner Berkala (Stasioner Periodik)dan apabila selama hidupnya menetap dan berparasit pada hospes disebut Parasit Stasioner Permanen. Contoh. Parasit Stasioner berkala, lalat Gastrophylus sp, karena stadium larva saja yang berparasit didalam lambung kuda, sedangkan lalat dewasa hidup bebas. Parasit Stasioner Permanen, salah satunya kutu (Menopon gallinae) karena selama hidupnya (telur, larva dan dewasa) hidup pada bulu unggas. Cacing Trichinella spiralis, baik stadium larva dan dewasanya hidup didalam tubuh hewan.

BERDASARKAN SIFAT KEPARASITANNYA

Berdasarkan sifat keparasitannya, parasit dapat dibedakan menjadi parasit :

  1. Parasit Isidentiladalah parasit yang secara kebetulan ditemukan pada hospes yang tidak seharusnya (hospes yang tidak wajar). Contoh : cacing pitaDipyllidium caninum adalah saluran pencernaan anjing, tetapi kadang-kadang bisa ditemukan berparasit didalam usus manusia terutama anak-anak. Kejadiannya dimana telur cacing pita termakan oleh larva pinjal (Ctenocephalides sp) yang merupakan hospes antara cacing pita tersebut, pinjal yang infektif secara tidak sengaja termakan oleh anak-anak sehingga didalam ususnya terinfeksi cacing pita anjing
  2. Parasit Eraticaadalah parasit yang lokasi berparasitnya ditemukan tidak pada target organnya. Contoh : cacingAscaris suum secara normal berpredileksi (lokasi berparasitnya) didalam usus halus babi, tetapi karena sesuatu sebab yang tidak diketahui secara pasti bisa ditemukan didalam kantung empedu atau lambung babi. Contoh lain cacing Ascaridia galli adalah cacing saluran pencernaan ayam, tetapi pernah ditemukan didalam telur dan uterus ayam.
  3. Parasit Fakultatifadalah parasit yang dapat hidup bebas atau hidup sebagai parasit. Contoh lalat rumah (Musca domestica) umumnya baik stadium larva dan dewasa hedup bebas, tetapi jika larvanya hidup didalam luka maka menyebabkan Miasis (Belatungan)
  4. Parasit Obligatadalah parasit yang hidupnya mutlak sebagai parasit, jadi untuk kelangsungan hidupnya mutlak memerlukan hospes. Contoh ; cacing hatiFasciola gigantica, Protozoa (Eimeria sp) dan Artropoda (Sarcoptes sp) kesemuanya mutlak memerlukan hospes, tanpa hospes akan mati.
  5. Parasit Spuriosaadalah parasit yang dikeluarkan oleh bukan hospes yang semestinya, dimana parasit tersebut tidak mengalami perkembangan atau menimbulkan kerusakan pada hospes tersebut. Contoh pada pemeriksaan tinja anjing ditemukan telur cacing pitaTaenia saginata yang seharusnya berparasit pada manusia, kemungkinan karena anjing memakan tinja manusia yang mengandung telur cacing pita tersebut. Contoh lain : pada pemeriksaan tinja ayam ditemukan telur cacing Ascaris suum yang berparasit pada babi, kemungkinan disebabkan karena ayam memakan bagian tinja babi yang terkontaminasi telur cacing Ascaris suum.

Sumber : http://ahmadali.wagomu.id/e103448.html