Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online

Home / Pendidikan / Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online

Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online

Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online

Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online

Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online

Universitas Surabaya (Ubaya) memprakarsai penandatanganan Memorandum

of Understanding (MoU) beberapa perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Kerja sama yang melibatkan universitas asing dari 26 negara itu akan menghasilkan sejumlah program pertukaran mahasiswa.

Rektor Universitas Surabaya Joniarto Parung mengatakan, kesempatan tersebut terbuka bagi mahasiswa Ubaya dari semua jurusan. Mahasiswa juga dibebaskan memilih program studi di universitas tujuan.

Durasinya, mulai 1 bulan hingga setahun. Kemudian, soal uang kuliah, mahasiswa tidak perlu membayar uang kuliah berdasarkan tuition fee pada universitas tujuan.

“Jadi melanjutkan kuliah biasa di universitas asal. Hanya, kegiatan perkuliahannya di universitas luar negeri tujuan,” kata Joniarto kepada JawaPos.com, Selasa (10/7).

Meski akan ada banyak program, Juniarto mengatakan hanya program studi berbahasa inggris

yang kemungkinan akan dibuka. Misalnya, jurusan design, management, dan engineering.

“Saya sempat diskusi panjang lebar dengan universitas AISO, Taiwan. Hasilnya, pertukaran mahasiswa pada program studi Kedokteran juga akan dibuka,” kata Joniarto.

Lebih lanjut, Joniarto menjelaskan, mahasiswa tidak hanya akan belajar s

esuai dengan program studi pilihan. Para mahasiswa juga akan merasakan semua kegiatan perkuliahan di universitas.

Supaya, mahasiswa juga akan mendapat sejumlah keuntungan lain. Misalnya, pembelajaran tentang “adat istiadat” perkuliahan di negara tujuan. Karena, setiap negara punya budaya dan karakter mahasiswanya masing-masing.

Dampaknya, Joniarto berharap mahasiswa dapat lebih menghargai kegiatan perkuliahan di kampus, ketimbang secara online. Mengingat, kemajuan teknologi sudah merambah ke pelbagai aspek kehidupan. Termasuk kegiatan perkuliahan pada perguruan tinggi.

“Kuliah dan mengunduh materi secara online pun menjadi tren. Nah, kalau kuliah online saja, akan ada banyak hal yang hilang. Misalnya, pengembangan karakternya ngga ada,” katanya.

 

Sumber :

https://dogetek.co/sastra/