DPR Ingatkan Soal Roadmap To Zero Accident

Home / Pendidikan / DPR Ingatkan Soal Roadmap To Zero Accident

DPR Ingatkan Soal Roadmap To Zero Accident

DPR Ingatkan Soal Roadmap To Zero Accident

DPR Ingatkan Soal Roadmap To Zero Accident

DPR Ingatkan Soal Roadmap To Zero Accident

JAKARTA—Komisi V DPR RI mengaku prihatin dengan kecelakaan beruntun yang terjadi dalam 2 hari terakhir yang menewaskan 5 orang serta menyebabkan puluhan orang luka-luka. Masih tingginya angka kecelakaan menunjukan program road map to zero accident yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2008 belum maksimal dilaksanakan . Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana dalam release yang diterima jabarprov.go.id Rabu (27/5).

Menurut Yudi, kecelakaan terkini yang mendapat perhatian Komisi V DPR RI

yaitu kecelakaan maut pada Selasa (26-5) malam, di Jl Ir Juanda, Panembong, Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut menyebabkan 2 orang tewas dan tergulingnya truk pengangkut rombongan pelajar yang menewaskan 3 pelajar dan puluhan lainnya luka-luka, di ruas Jalan Raya Cibadak-Palabuhanratu.

Kecelakaan berikutnya yaitu kecelakaan yang terjadi pada Senin (25/5), di desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Saya prihatin dengan terjadinya kecelakaan beruntun ini. Apalagi penyebabnya karena sopir ugal-ugalan dan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, seperti adanya rem blong,” ujar Yudi

Kecelakaan beruntun yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukan pemerintah belum maksimal dalam menekan angka kecelakaan.

Gambaran kondisi kecelakaan di Indonesia, sambung Yudi jumlah angka kecelakaan

hingga kini tercatat sebanyak 26.623 nyawa melayang setiap tahun di jalan raya.

Seperti diketahui, angka kecelakaan dan korban meninggal akibat kecelakaan jalan raya di Indonesia selama 5 tahun terakhir masih tinggi. Pada 2010 jumlah korban meninggal sebanyak 31.234 orang, dan pada 2013 karena adanya rencana umum nasional keselamatan sebagai pedoman semua pihak korban kecelakaan turun menjadi 26.484 orang. Namun, pada 2014, korban meninggal naik menjadi 26.623 orang.

Untuk itu, Komisi V DPR RI kembali menagih implementasi rencana aksi roadmap to zero accident dari Kementerian perhubungan. Maraknya kecelakaan transportasi umum, tambah Yudi, khususnya kecelakaan bus di awal 2015 ini, menunjukan lemahnya pembinaan dan pengawasan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, upaya-upaya pencegahan kecelakaan sudah diatur secara komprehensif baik melalui kewajiban pemenuhan kelaikan jalan kendaraan, kewajiban setiap calon pengemudi untuk mengikuti kursus menyetir, hingga sanksi tegas.

Sementara itu, berdasarkan pasal 48 UU No.22 tahun 2009

tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Yudi mengemukakan, setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, dan salah satu tolok ukur kelaikan jalan kendaraan bermotor adalah system rem berfungsi dengan baik.

Untuk itu, Yudi mendesak pemerintah dan aparat terkait segera menegakkan implementasi UU LLAJ dengan menyetop operasional kendaraan umum yang tidak laik jalan.

Kini, ujar Yudi, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk tidak membiarkan bus-bus tidak laik jalan berkeliaran di jalan raya dan bebas menaikan penumpang. (SN)

 

Sumber :

https://kidblog.org/class/kelas-biologi-online