Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru

Home / Pendidikan / Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru

Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru

Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru

Profesi guru artinya strategis dalam rangka pembangunan nasional di bidang pendidikan dikarenakan mengemban tugas sejati bagi proses kemanusiaan, pemanusiaan, pencerdasan, pembudayaan, dan pembangunan sifat bangsa. Kebutuhan dan tuntunan dapat guru profesional jadi tinggi bersamaan bersama dengan dinamika sosial, politik, ekonomi serta kemajuan di bidang ilmu ilmu dan teknologi. Sejalan bersama dengan itu, jadi dibutuhkan reorientasi, revitalisasi, dan sinergitas kekuatan memberdayakan guru bagi layanan pendidikan dan pembelajaran siswa secara berkualitas, baik proses maupun hasilnya.

Tiga style guru di Indonesia yaitu ordinary teacher, extraordinary teacher, dan great teacher. Tipe great teacher atau guru profesional adalah style guru yang tidak cuma mampu mengajar dan mendemonstrasikan tetapi terhitung mampu memberikan ide dan membuat siswa mengetahui apa yang diajarkan. cara membuat hidroponik sederhana

Guru yang profesional jadi prasyarat utama proses pencapaian visi, misi, strategi, dan target pendidikan. Kebijakan keprofesian guru di Indonesia jadi jadi mengetahui bersama dengan terbitnya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional; Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 mengenai Guru dan Dosen; Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 mengenai Standar Nasional Pendidikan; dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.

Sebagai turunan berasal dari kebijakan-kebijakan selanjutnya di atas, telah diterbitkan sebagian peraturan yaitu Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 mengenai Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 mengenai Guru; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 mengenai Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru.

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
Dalam Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, PKB dianggap sebagai keliru satu unsur utama yang diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru dan kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru, tak sekedar kesibukan pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan bersama dengan faedah sekolah. Pelaksanaan PKB diharapkan mampu menciptakan guru yang profesional, yang bukan cuma menciptakan guru profesional, yang bukan cuma sekadar memiliki ilmu ilmu yang luas, tetapi terhitung memiliki kepribadian yang matang. Dengan kepribadian yang prima dan penguasaan ilmu ilmu dan teknologi yang kuat, maka guru diharapkan trampil dalam menumbuh kembangkan bakat dan minat peserta didik sesuai bersama dengan bidangnya untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Secara umum, keberadaan PKB mempunyai tujuan untuk menaikkan mutu layanan pendidikan di sekolah yang berimbas pada meningkatnya mutu pendidikan

Pengertian dan Cakupan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah wujud pembelajaran terus-menerus untuk pelihara dan menaikkan standar kompetensi secara keseluruhan, termasuk bidang-bidang yang mengenai bersama dengan profesi guru. Dengan demikian, guru secara profesional mampu memelihara, meningkatkan, dan memperluas ilmu dan keterampilannya untuk lakukan proses pembelajaran yang bermutu. Pembelajaran yang bermutu diharapkan mampu menaikkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman peserta didik.

Unsur Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Dalam Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 terdapat tiga unsur kesibukan guru dalam PKB yang mampu dinilai angka kreditnya, yaitu;

1. Pengembangan Diri

Pengembangan diri pada dasarnya merupakan usaha untuk menaikkan kekuatan dan keterampilan guru lewat kesibukan pendidikan dan latihan fungsional dan kesibukan kolektif guru yang mampu menaikkan kompetensi/keprofesian guru. Beberapa contoh materi yang mampu dikembangkan dalam kesibukan pengembangan diri, baik dalam diklat fungsional maupun kesibukan kolektif guru, pada lain; Penyusunan RPP, program kerja, dan atau perencanaan pendidikan, Penyusunan Kurikulum dan bahan ajar, Pengembangan metodologi mengajar, Penilaian proses dan hasil pembelajaran peserta didik, Penggunaan dan pengembangan teknologi Informatika dan Komputer (TIK) dalam pembelajaran, Inovasi proses pembelajaran, penulisan publikasi ilmiah, pengembangan karya inovatif, kekuatan untuk mempresentasikan hasil karya, dan peningkatan kompetensi lain yang mengenai bersama dengan pelaksanaan tugas-tugas tambahan atau tugas lain yang relevan bersama dengan faedah sekolah.

2. Publikasi Ilmiah

Publikasi Ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai wujud konstribusi guru pada peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Publikasi ilmiah termasuk 3 (tiga) kelompok, yaitu:

Presentasi/forum ilmiah. Dalam hal ini guru bertindak sebagai narasumber pada seminar, lokakarya, koloqium, diskusi ilmiah, baik tingkat sekolah, KKG/MGMP, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional
Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian atau ide ilmu bidang penelitian, makalah tinjauan ilmiah di bidang pendidikan resmi dan pembelajaran, postingan ilmiah terkenal (salah satunya mampu diterbitkan lewat Majalah) dan artikel ilmiah dalam bidang pendidikan. Karya ilmiah ini telah diterbitkan dan diseminarkan di sekolah masing-masing. Dokumen karya ilmiah disahkan oleh kepala sekolah dan disimpan di perpustakaan sekolah. Bagi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah, karya ilmiahnya mesti disahkan oleh kepala dinas pendidikan setempat.
Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan/pedoman guru. Buku yang dimaksud mampu berupa buku pelajaran, baik sebagai buku utama maupun buku pelengkap, modul/diktat pembelajaran per semester, buku dalam bidang pendidikan, karya terjemahan, dan buku pedoman guru. Buku termaksud mesti ada di perpustakaan sekolah daerah guru bertugas. Keaslian buku mesti ditunjukkan bersama dengan pernyataan keaslian berasal dari kepala sekolah atau dinas pendidikan setempat bagi guru yang memperoleh tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
3. Karya Inovatif

Karya Inovatif adalah karya yang berupa pengembangan, modifikasi, atau penemuan baru sebagai wujud kontribusi guru pada peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah atau pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini mampu berupa penemuan teknologi pas guna, penemuan/penciptaan atau pengembangan karya seni, pembuatan/modifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum, atau penyusun standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi.

Kegiatan PKB yang termasuk ketiga komponen selanjutnya mesti dikerjakan secara berkelanjutan, agar guru mampu tetap melindungi dan menaikkan profesionalismenya, tidak sebatas untuk pemenuhan angka kredit. Oleh dikarenakan itu, kendati angka kredit seorang gurudiasumsikan telah mencukupi beberapa syarat untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional tertentu, guru tetap mesti lakukan kesibukan PKB.