Harga Properti di Jabar Turun

Home / Pendidikan / Harga Properti di Jabar Turun

Harga Properti di Jabar Turun

Harga Properti di Jabar Turun

Harga Properti di Jabar Turun

Harga Properti di Jabar Turun

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 4,13% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,97% (yoy). Perlambatan pertumbuhan harga tersebut bersumber dari seluruh tipe rumah, baik kecil, menengah, maupun besar.

Meskipun demikian, IHPR pada triwulan IV 2018 berada pada level 273,26

, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 271,77. Faktor utama peningkatan IHPR pada triwulan IV 2018 didorong oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja, serta tingginya biaya perizinan.

Selain itu, adanya penambahan fasilitas umum dari pengembang juga mendorong kenaikan harga properti residensial. Kondisi tersebut tercermin dari kenaikan harga properti residensial pada triwulan IV 2018 yang terjadi pada seluruh tipe rumah, yaitu kecil, menengah, dan besar dengan masing-masing pertumbuhan sebesar 4,38% (yoy); 4,60% (yoy); dan 3,37% (yoy).

Suku bunga KPR tercatat lebih rendah dan mampu mendorong penyaluran KPR

sebesar Rp 126,47 triliun atau tumbuh sebesar 15,68% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 16,13% (yoy). Adapun rata-rata suku bunga untuk KPR di Jawa Barat pada triwulan IV 2018 adalah sebesar 9,64%, dimana mayoritas sumber pembiayaan konsumen bersumber dari KPR.

Sementara itu dari sisi pengembang, dana internal perusahaan yang berasal dari modal disetor dan laba ditahan tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Lebih lanjut, kenaikan harga properti residensial disertai dengan melambatnya pertumbuhan KPR mendorong penurunan penjualan properti residensial pada triwulan IV 2018. Penurunan tersebut terjadi pada seluruh tipe rumah, yaitu kecil, menengah, maupun besar.

Sementara itu, Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) pada triwulan IV 2018

tumbuh 0,27% (yoy), melambat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 0,63% (yoy). Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan indeks pasokan properti komersial di tengah meningkatnya indeks permintaan properti komersial pada triwulan IV 2018.

Indeks pasokan properti komersial pada triwulan IV 2018 tumbuh 1,35% (yoy), atau tercatat sebesar 134,13, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 132,59. Sementara itu, indeks permintaan properti komersial pada triwulan IV 2018 tumbuh -0,12% (yoy), atau tercatat sebesar 157,90, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 155,97.

“Selanjutnya, sektor properti residensial pada triwulan I 2019 diperkirakan tumbuh 3,25% (yoy), lebih rendah dibanding triwulan IV 2018. Kondisi tersebut terindikasi dari IHPR yang diperkirakan berada pada level 276,00. Dilihat berdasarkan tipe rumah, tipe rumah kecil mengalami pertumbuhan paling tinggi, diikuti pertumbuhan pada tipe rumah besar dan tipe rumah menengah. Tipe rumah kecil diperkirakan tumbuh sebesar 3,97% (yoy),” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Dony P Juwono, Jumat (8/3). Jo

 

Baca Juga :