Indonesia jadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair

Home / Pendidikan / Indonesia jadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair

Indonesia jadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair

Indonesia jadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair

Indonesia jadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair

Indonesia jadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair

Indonesia menjadi tamu kehormatan pada pameran buku internasional

Frankfurt Book Fair (FBF) 2015. Pemerintah menganggarkan Rp11 miliar untuk menerjemahkan buku-buku yang akan dipamerkan di ajang tersebut.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti menjelaskan, Kemendikbud melalui Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Pusat Kurikulum dan Perbukuan telah menganggarkan USD1 juta atau sekitar Rp11 miliar untuk Translate Funding Program.

Program ini menargetkan minimal 100 buku bahasa Indonesia dan daerah diterjemahkan dalam bahasa Jerman, Inggris atau bahasa asing lainnya untuk dipamerkan dalam FBF 2015.

Dia berharap para penulis, penerbit, penerjemah serta institusi terkait penerjemahan segera

mengajukan proposal penerjemahan agar dana yang disiapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Dia menargetkan, pada Oktober mendatang buku-buku yang dipamerkan dalam FBF 2015 sudah rampung diterjemahkan. “Untuk pengajuan buku atau karya yang akan dipamerkan paling lambat diterima pada 15 April mendatang,” ujarnya di Gedung Kemendikbud, Kamis 27 Maret 2014.

Wiendu menerangkan, sebagai tamu kehormatan Indonesia akan mendapat stan pavilion

seluas 1.500 meter persegi. Luas ini berbeda dengan negara lainnya yang hanya mendapat pavilion kurang lebih 200 meter persegi. Delegasi juga akan menampilkan penulis, sesi pembacaan, diskusi, festival makanan serta pertunjukan tari dan musik.

Bamboo akan dipergunakan sebagai bahan dasar arsitektur keseluruhan di pavilion Indonesia.“Kesempatan untuk menjadi tamu kehormatan di FBF 2015 ini menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menumbuhkan budaya literasi bangsa. Serta memperluas jejak global dan memperkuat diplomasi budaya melalui produk intelektual dan kreatif,” ujarnya.

FBF 2015 adalah pameran buku tertua dan terbesar di dunia yang sudah berlangsung lebih dari 500 tahun. Lebih dari 7.000 peserta dari 114 negara ikut ambil bagian dalam FBF. Ada lebih dari 10.000 jurnalis dengan rata-rata 500.000 pengunjung per tahun dan sekitar 60 %nya adalah pengunjung yang melakukan transaksi bisnis.

 

Baca Juga :