Feedback Positif untuk Mencapai Homeostasis

Home / Pendidikan / Feedback Positif untuk Mencapai Homeostasis

Feedback Positif untuk Mencapai Homeostasis

Feedback Positif untuk Mencapai Homeostasis

Feedback Positif untuk Mencapai Homeostasis

Feedback Positif untuk Mencapai Homeostasis

Berdasarkan Black’s Medical Dictionary, homeostasis merupakan

Sebuah proses fisiologis normal untuk menjamin bahwa sistem di dalam tubuh kita seperti metabolisme, tekanan darah dan suhu tubuh tetap berada pada kondisi yang seimbang meskipun kondisi di luar tubuh berbeda-beda.1Misalnya ketika suhu tubuh meningkat, tubuh mensekresikan keringat untuk mengeluarkan panas yang ada di dalam tubuh sehingga suhu tubuh dapat kembali ke keadaan normal.2

Secara umum, ada dua jenis mekanisme pengaturan dari dalam tubuh untuk mencapai homeostasis, yaitu:

  1. Autoregulation, atau pengaturan intrinsik dimana sel, jaringan, atau sistem organ yang ada di dalam tubuh manusia mengatur aktivitasnya sendiri secara otomatis untuk merespon perubahan yang terjadi di lingkungan. Seperti misalnya ketika terjadi kekurangan oksigen dalam suatu jaringan, sel akan mengirimkan sinyal berupa zat kimia untuk melakukan dilatasi pembuluh darah sehingga darah yang mengalir akan semakin banyak dan secara otomatis kekurangan oksigen dalam jaringan tersebut dapat teratasi.
  2. Extrinsic regulation, dimana aktivitas dari sistem-sistem organ di dalam tubuh dikontrol oleh aktivitas dari sistem saraf dan sistem endokrin. Misalnya ketika manusia berolahraga, sistem saraf akan memerintahkan peningkatan denyut jantung sehingga darah dapat melakukan sirkulasi dengan lebih cepat. Selain itu, saat berolahraga, sistem saraf juga menurunkan aliran darah ke organ-organ yang lebih tidak aktif seperti perut untuk kemudian disalurkan ke tempat-tempat yang lebih membutuhkan seperti otot.3

  Meskipun kedua jenis regulasi tersebut berbeda

Akan tetapi, dalam kedua jenis regulasi tersebut sama-sama membutuhkan tiga komponen penting dalam melakukan mekanisme untuk mempertahankan homeostasis. Ketiga komponen tersebut beserta fungsinya adalah reseptor yang digunakan untuk menerima stimulus, pusat pengontrolan atau pusat integrasi yang berfungsi untuk menerima dan memproses rangsangan dari reseptor, dan efektor yang digunakan untuk melaksanakan perintah dari pusat pengontrol. Ketiga komponen tersebut akan bekerja sama dalam melakukan pengaturan terhadap homeostasis yang ada dalam tubuh manusia dalam dua jenis regulasi, yaitu feedback negatif dan feedbackpositif.Feedback negatif merupakan feedback yang terjadi ketika stimulus yang didapat dari lingkungan luar menyebabkan respon yang sebaliknya dari tubuh, sedangkan feedback positif merupakan feedback yang terjadi ketika stimulus yang didapat dari lingkungan luar menyebabkan respon yang sebanding dari tubuh.4

 Pada feedback positif, stimulus yang diberikan kepada tubuh

Akan menyebabkan tubuh memberikan respon yang akan memperkuat perubahan yang sudah ada atau memberi respon yang sebanding terhadap perubahan yang terjadi. Feedback positif ini, khususnya untuk positive feedback loop, dapat bermanfaat bagi tubuh kita ketika tubuh kita memerlukan bantuan yang sangat cepat untuk melakukan suatu proses sebelum bisa mencapai homeostasis. Contohnya adalah ketika terjadi luka di tubuh kita dan darah mengalir keluar dari tubuh, tekanan darah dapat menjadi turun dan jantung tidak dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan positive feedback loop untuk mempercepat proses pembekuan darah.3

              Proses terjadinya proses pembekuan yang menggunakan positive feedback loop dimulai dengan pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan, lalu sel yang sudah terluka tersebut akan melepaskan zat kimia berupa faktor-faktor pembekuan darah seperti ion kalsium dan vitamin K untuk kemudian akan memulai proses pembekuan darah. Akan tetapi, proses pembekuan itu dapat berlangsung dalam waktu yang lama dan dapat menyebabkan darah yang mengalir menjadi terlalu banyak, sehingga dilakukan sekresi zat kimia tambahan yang diperlukan untuk merangsang positive feedback loop dan proses pembekuan darah pun dipercepat dan pendarahan berhenti. Contoh feedback positif yang lain adalah pada saat melahirkan anak.

Sumber : https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/pengertian-dan-contoh-teks-ulasan/