Teks Carita Ulang: Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh

Home / Pendidikan / Teks Carita Ulang: Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh

Teks Carita Ulang: Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh

Teks Cerita Ulang: Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh

Teks Cerita Ulang: Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh

Teks Cerita Ulang: Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contoh

Pengertian Teks Rekon : 

Teks rekon yaitu teks yang menceritakan kembali pengalaman masa kemudian secara kronologis dengan tujuan untuk memberi informasi, atau menghibur pembacanya, atau sanggup keduanya.

Cerita ulang terdiri atas tiga jenis, yaitu rekon pribadirekon faktual (informasional), dan rekon imajinatif.

  1. Rekon pribadi yaitu dongeng ulang yang memuat insiden di mana penulisnya terlibat secara langsung.
  2. Rekon faktual (informasional) yaitu dongeng ulang yang memuat insiden faktual ibarat eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lain-lain.
  3. Rekon imajinatif yaitu dongeng ulang yang memuat dongeng imajinatif dengan lebih detil.

 

Tujuan Teks Rekon : 

Untuk menceritakan insiden atau serangkaian insiden yang terjadi di masa lampau,

Struktur Generik Teks Rekon :

  1. Orientasi
  2. Kejadian (-kejadian)
  3. Reorientasi

Fitur Bahasa yang Dominan:

  1. Penggunaan keterangan waktu definit; kemarin, lusa, tahun lalu
  2. Penggunaan partisipan personal; saya, kami, regu saya, dst
  3. Penggunaan konektor kronologis seperti; pertama, kemudian, dst
  4. Penggunaan kata kerja aksi
  5. Penggunaan kata sifat

 

Contoh Teks Rekon :

GEMPA BUMI

Saya akan menceritakan pengalaman saya yang terjadi ahad kemarin yang berafiliasi dengan gempa bumi. Ketika gempa bumi terjadi, saya sedang mengendarai mobil. Waktu itu saya berada dalam perjalanan pulang dari Bali.
Tiba-tiba saya mencicipi adanya hentakan keras pada kendaraan beroda empat saya. Saya pikir waktu itu ban kendaraan beroda empat saya meletus. Saya tidak sadar kalau ketika itu sedang terjadi gempa bumi. Saya gres sadar ketika saya melihat tiang listrik dan telepon yang ada di kanan kiri saya ambruk, berjatuhan ibarat batang korek api yang ringan. Saya juga melihat batu-batu besar awut-awutan di sepanjang jalan. Mobil saya terperangkap di tengah batu-batu yang awut-awutan tersebut. Saya tidak sanggup menggeser kendaraan beroda empat saya ke depan maupun ke belakang alasannya yaitu batu-batu tersebut merintangi jalan saya. Sepertinya tidak ada satupun yang sanggup saya lakukan untuk meneruskan perjalanan. Karena putus asa, saya tinggalkan kendaraan beroda empat saya dan menentukan berjalan kaki menuju rumah.
Sesampainya di kampung halaman saya, saya terkejut alasannya yaitu tidak ada satupun yang tersisa. Semuanya rata dengan tanah. Gempa bumi tersebut ternyata menciptakan kerusakan yang demikian besar pada kampung saya. Meskipun demikian, saya bersyiukur alasannya yaitu tidak ada satupun keluarga maupun warga kampung saya yang terluka serius.