Cara Menjaga Kesehatan Meski Tak Berolahraga

Home / Kesehatan / Cara Menjaga Kesehatan Meski Tak Berolahraga

Cara Menjaga Kesehatan Meski Tak Berolahraga

Cara Menjaga Kesehatan Meski Tak Berolahraga

Cara Menjaga Kesehatan Meski Tak Berolahraga

Cara Menjaga Kesehatan Meski Tak Berolahraga

 

Menerapkan pola hidup sehat

biasanya dengan rutin olahraga, tidak merokok, dan rutin mengonsumsi buah dan sayur. Ternyata olahraga bisa menjadi prioritas kedua ketika memang situasi tidak memungkinkan.

Akan tetapi, hal tersebut harus dibayar dengan menerapkan pola hidup sehat lainnya. Penerapan pola hidup sehat mungkin tidak mudah di awal pelaksanaannya. Namun, seiring waktu berat badan menjadi lebih ideal dan tidak mudah naik di masa mendatang.

Nah, berikut ini lima cara hidup sehat tanpa olahraga yang harus diterapkan dengan penuh komitmen:

Mengunyah Lebih Pelan

Peninjauan terhadap 23 riset tentang efek kecepatan mengunyah dan berat membuktikan, responden yang makan lebih cepat berisiko besar mengalami peningkatan berat badan. Mereka juga lebih berisiko mengalami obesitas dibanding yang mengunyah dan menelan makanan perlahan.

Mengunyah dan menelan makanan lebih pelan memberikan waktu lebih banyak pada otak untuk memproses kecukupan makanan. Dengan makan perlahan maka jumlah asupan semakin sedikit, porsi makin kecil, dan rasa kenyang meningkat.

 

Porsi Lebih Kecil untuk Makanan tidak Sehat

Piring yang digunakan saat ini rata-rata berukuran lebih besar daripada beberapa tahun lalu. Akibatnya, porsi makan selalu terlihat sedikit di piring yang terlalu besar.

Ukuran piring bisa berkontribusi pada peningkatan berat badan, apalagi bila yang dikonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Piring besar bisa digunakan untuk makanan yang baik untuk kesehatan, misalnya buah dan sayur. Untuk makanan yang minim nutrisi sebaiknya menggunakan piring yang lebih kecil.

Makan Banyak Serat

Konsumsi makanan kaya serat bisa meningkatkan rasa kenyang, sehingga perut tidak mudah lapar sebelum waktu makan berikutnya. Jenis serat kental atau viscous fiberterbukti bisa membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi jumlah konsumsi makanan.

Viscous fiber yang berbentuk jelly jika terkena air ini meningkatkan waktu penyerapan nutrisi dan memperlambat perut kosong. Jenis serat ini biasanya ditemukan pada makanan berbahan tumbuhan seperti kacang, jeruk, gandum utuh, dan asparagus.

Banyak Minum Air Putih

Minum air putih ternyata bisa mengurangi porsi makan dan menurunkan berat badan, terutama jika dilakukan sebelum makan. Sebuah studi membuktikan, minum 0,5 liter air putih 30 menit sebelum makan bisa mengurangi rasa lapar dan mengurangi asupan kalori.

Sebanyak 44 responden yang minum air putih selama 12 minggu terbukti mengalami penurunan berat badan daripada yang tidak minum air putih. Metode diet ini sangat bermanfaat bagi yang ingin mengurangi berat badan dengan membatasi asupan bergula tinggi.

Cukup Istirahat dan Menghindari Stres

Stres dan kurang istirahat ternyata memengaruhi selera makan dan berat badan. Kondisi tersebut mengganggu kerja hormon leptin dan ghrelin yang mengatur selera makan, serta memicu produksi kortisol.

Ketidakseimbangan hormon menyebabkan tubuh mudah lapar dan ingin makan asupan yang berkalori tinggi. Kelebihan kalori perlahan bisa meningkatkan berat badan dan meningkatkan risiko terkena diabates

sumber : http://www.ngegas.com/