Fakta Kualitas Guru di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Home / Pendidikan / Fakta Kualitas Guru di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Fakta Kualitas Guru di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Fakta Kualitas Guru di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Bapak/Ibu, sudah pasti mutu sebuah sekolah jadi pertimbangan Bapak/Ibu di dalam menentukan sekolah yang bagus dan baik untuk pendidikan sang buah hati. Kualitas pendidikan dapat terbentuk dari bagaimana mutu para tenaga pengajar yang mengampu mata pelajaran di dalamnya. Akan tetapi, hingga saat ini, mutu guru di Indonesia tetap tergolong terlalu rendah dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Lantas, bagaimana mutu pendidikan Indonesia dapat mengalami peningkatan sekiranya guru yang tersedia tetap berkualitas rendah? Mari review fakta perihal mutu guru di Indonesia di bawah ini!

Berdasarkan information UNESCO di dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, pendidikan di Indonesia menduduki peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang dan mutu guru menduduki ukuran ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia, Pak/Bu. Jumlah guru mengalami peningkatan sebanyak 382% dari 1999/2000 jadi sebanyak 3 juta orang lebih, tetapi peningkatan kuantitas peserta didik hanya 17%. Dari 3.9 juta guru yang ada, tetap terkandung 25% guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan 52% di antaranya belum punya sertifikat profesi. Dengan kuantitas guru yang banyak, diharapkan kegiatan studi yang optimal dapat tercapai. Sayangnya, meningkatnya kuantitas guru tidak sejalan dengan kualitasnya.

Sampai saat ini, belum seluruh guru di sekolah mengajar mata pelajaran yang cocok dengan kompetensinya masing-masing. Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, R. Ella Yulaewati Rumindasari, perlihatkan bahwa dari 600 ribu guru PAUD, baru 30% di antaranya yang telah lulus S1, itu pun tidak seluruhnya menyandang sarjana Pendidikan Anak Usia Dini. Oleh dikarenakan itu, direncanakan pembentukan program lewat diklat berjenjang dan kursus untuk 250 ribu guru lulusan SMA. Dibuat berdasarkan Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) peringkat tiga atau setara D2.

Peningkatan mutu guru merupakan hal yang penting, Pak/Bu, dikarenakan sebaik apa pun kurikulum yang telah direncanakan, tidak dapat dapat berjalan dengan baik tanpa mendapat dukungan guru yang berkualitas. Terdapat empat penyebab lazim yang memicu rendahnya mutu guru, di antaranya:

Ketidaksesuaian telaten pengetahuan dengan bidang ajar.

Seperti terhadap persoalan PAUD di atas, Bapak/Ibu dapat melihat bahwa beberapa studi mengalami kekurangan kuantitas tenaga pengajar agar banyak guru yang beralih mengisi studi tersebut.

Kualifikasi guru yang belum setara sarjana.

Rendahnya kualifikasi guru berdampak terhadap menurunnya standar keilmuan yang berlaku.

Program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru yang rendah.

Bukan hanya siswa saja ternyata yang dapat merasakan rasa malas, tetapi ternyata guru pun demikian. Masih banyak guru yang enggan untuk mengembangkan diri untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di dalam mengajar. Contohnya tetap tersedia guru yang malas untuk lakukan penelitian ilmiah dan sebagainya.

Rekrutmen guru yang tidak efektif.

Masih dapat ditemukan proses perekrutan guru yang tidak dijalankan secara profesional, agar jadi celah yang menjadikan kompetensi guru jadi rendah.

Itu dia, Bapak/Ibu, fakta perihal mutu guru di Indonesia. Mengejutkan, bukan? Meski nampak baik-baik saja, ternyata tetap banyak yang mesti dibenahi terhadap proses pendidikan di Indonesia beserta seluruh komponen di dalamnya. biologi.co.id