Peluang Usaha Pohon Aren

Home / Budidaya / Peluang Usaha Pohon Aren

Peluang Usaha Pohon Aren

Table of Contents

Peluang Usaha Pohon Aren

Pohon Aren (arenga pinnata merr) udah berabad-abad dikenal dan dimanfaatkan oleh umat manusia. Aren atau enau termasuk tumbuhan suku pinang-pinangan, dengan tumbuhan rumbia, nipah, pinang. nibung, dll.

Peluang Usaha Pohon Aren

Aren membuahkan air nira yang berasal dari mayang atau tandan buahnya yang disadap. Air nira sendiri bisa diolah jadi gula aren, gula semut, minuman segar, sirup, bio ethanol, methanol, tuak atau sopi. Selain itu, aren termasuk bisa membuahkan buah yang biasanya diolah jadi kolang-kaling atau bargat. Produk lain dari pohon aren adalah ijuk, lidi dan sagu. Kayunya bisa dimanfaatkan jadi bahan bangunan sederhana. Akar dan daunnya termasuk bisa dimanfaatkan sebagai obat.

Sayang, sampai selagi ini masih sedikit orang yang rela membudidayakan pohon aren. Kebanyakan pohon aren yang tersedia adalah pohon yang tumbuh liar. Menyebar dengan pemberian air dan hewan musang. Padahal, aren sangatlah ekonomis dan beruntung seumpama dibudidayakan secara intensif.

Budidaya Pohon Aren Secara Intensif
Orang jarang rela membudidayakan aren karena melihat pohon aren yang tumbuh liar di alam, baru bisa berproduksi sesudah berumur 10-12 tahun. Padahal seumpama ditanam dan dirawat dengan baik, aren udah bisa merasa berproduksi terhadap usia 6-7 th. saja.

Secara umum, aren mengolah dibagi jadi tiga jenis. Aren genjah, aren didalam dan aren tingi. Persilangan aren genjah dengan aren didalam bisa membuahkan aren sadang. Kekurangan dan berlebihan masing-masing jenis udah penulis paparkan terhadap postingan sebelumnya. Penulis sendiri menanam aren jenis dalam, berdasarkan pertimbangan ekonomis.

Di Tawau, Malaysia, aren udah dikebunkan secara profesional dan membuahkan methanol, ethanol fuel grade dan alcohol pharmacy grade.

Menurut perhitungan kami, seumpama dibudidayakan dengan baik, didalam rentang selagi 15 tahun, maka aren bisa membuahkan uang 4-5 kali lebih banyak dibanding uang yang dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit atau karet.

Saat berproduksi, satu pohon kelapa sawit akan membuahkan uang rerata Rp.525/pohon/hari. Sementara itu, aren membuahkan uang rerata Rp.14.700/pohon/hari. Semua angka udah dipotong biaya panen, tetapi belum dipotong biaya mengolah lain. Untuk sawit dan aren, biaya mengolah relatif tak beda jauh. Produk akhir yang dijual adalah TBS dan nira.

Syarat Tumbuh Pohon Aren
Aren bisa tumbuh dengan baik di ketinggian 3-1700 mdpl. Level idealnya tersedia di 400-1500 mdpl. Aren akan membuahkan nira yang banyak di area yang terhadap siang hari cuaca panas (25-32 derajat C), selagi dimalam hari suhu udara cukup dingin (15-20 derajat C).

Selain cuaca, aspek yang mempengaruhi banyaknya air nira adalah perawatan dan pemupukan, salinitas, ketersediaan air tanah, mutu bibit, dan yang paling penting adalah perlakuan manusia. Bila manusia memotong pelepah daun aren benar-benar banyak agar daun yang tinggal hanya sedikit, maka mengolah nira akan merosot tajam.

Ciri-ciri Pohon Aren yang Bagus
Batangnya besar.
Pelepah daunnya besar.
Daunnya lebar dan panjang.
Akarnya membentuk tunggul, semakin tinggi semakin baik. Akar serabutnya halus dan tunggul akarnya ini lebih besar daripada batangnya.
Lengan mayangnya tengah besarnya dan tidak benar-benar keras..
Buahnya banyak dan besar-besar (>4cm).
Ijuknya banyak yang halus, tidak kasar semua.
Saat ia berbunga betina, tidak tersedia pohon aren lain di dekatnya yang termasuk tengah berbunga betina.
Pohon aren dengan delapan persyaratan di atas adalah pohon yang potensial untuk dijadikan indukan. Yang diambil alih adalah biji dari buah matang yang berada di anggota luar mayang, atau 1/2 untaian mayang yang anggota atas. Buah yang berada di anggota didalam mayang, kurang baik dijadikan bakalan benih.

Cara Membuat Bibit Aren
Buah di pohon yang udah tua dipotong 1/2 anggota tandan mayangnya yang anggota bawah, lantas dibuang dan buah yang masih tersisa dibiarkan matang lantas jatuh sendiri.

Buah ini disatuka di area yang terkena sinar matahari, lantas diinjak sampai pecah. Kemudian disiram lantas dijemur. Setengah bulan lantas bijinya diambil alih lantas dicuci bersih. Hati-hati mengerjakannya, karena buah aren sangatlah gatal. Bila terkena getahnya yang gatal, cuci bersih dengan sabun lantas cuci dengan abu sekam padi. Bila berjalan pembengkakan, segeralah ke dokter.

Biji lantas dijemur kering selama 2-3 hari. Kemudian direndam selama 10 hari. Tiriskan.

Buat lubang di tanah sedalam 25 cm. Panjang dan lebarnya mengatur dengan banyaknya biji yang akan disemai. Isi pasir setebal 12 cm. Lalu taburkan biji aren setebal 5 cm. Tutupi lagi dengan pasir setebal 8 cm. Siram tiap-tiap 2 hari sekali.

Bila berhasil, maka aren akan merasa berkecambah terhadap bulan ke tiga. Jika sampai bulan keenam belum termasuk tumbuh, berarti Anda belum berhasil.

Menurut pengalaman kami, tingkat perkecambahan hanya kurang lebih 20%. Yang 80% sisanya : gagal. Angka ini adalah angka kebalikan terkecuali dibandingkan terkecuali kami mengkecambahkan biji kelapa sawit atau karet.

Kunci kesuksesan pengkecambahan ini adalah menjaga kelembaban. Medium tidak boleh benar-benar basah atau kering. Harus selalu lembab. Karena itu dianjurkan agar mengakibatkan atap di atas medium persemaian.

Panen kecambah dilakukan seumpama apokol atau mata tunas udah selama 5 cm atau lebih. Jika kurang, maka mungkin apokol akan cepat kering karena masih benar-benar muda. Jika akan ditanam sendiri, biarkan kecambah sampai tumbuh menjarum atau berumur kurang lebih 45 hari sejak merasa berkecambah.

Kecambah lantas ditanam ke didalam tanah bermedia polibag ukuran 12-17 cm atau lebih. Hindari pengunaan pupuk kandang untuk mencegah timbulnya jamur. Benamkan 2/3 anggota apokol. Lakukan dengan lembut, karena apokol ini cukup rentan. Jangan lupa untuk membasahi tanah sebelumnya. Gunakan tanah gembur dan berhumus banyak. Sebaiknya tanah dijemur terutama dahulu, atau semprot tanah dengan fungisida semacam Bayleton atau Dithane 45. Ingat, musuh terbesar kecambah aren adalah jamur dan media yang benar-benar basah/kering. Karena itu, atap masih diperlukan sampai bibit berusia 3 bulan. Setelah itu, atap diganti dengan jaring penahan panas atau paranet 60%.

Perlakuan dengan fungisida dan inseksida diberikan cocok tanda-tanda serangan. Umumnya kami menyemprot dengan PESTONA dan gunakan Natural GLIO selagi pembibitan. www.budidayaternak.com

Adapun pemupukan dengan urea dan TSP diberikan merasa usia sebualn . Larutkan dua genggam urea ke didalam 10 liter air, lantas siramkan untuk 200 batang benih. Perlakuan TSP seminggu kemudian. Lakukan tiap-tiap 14 hari. Boleh ditambah sedikit NPK seumpama media tanam kurang subur.