Melintas Batas Ekonomi

Home / Pendidikan / Melintas Batas Ekonomi

Melintas Batas Ekonomi

Table of Contents

Melintas Batas Ekonomi

Pekan pertama 2012 ini , pembangunan pendidikan nasional telah mendapatkan arahnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah merancang rancangan kerja setahun ke depan. Semangat yang diusung memadai menumbuhkan optimisme, yaitu Menjangkau Mereka yang Tak Terjangkau. Ini berarti, layanan pendidikan akan sanggup menjangkau tiap-tiap warga negara yang sepanjang ini terbatasi sosial ekonomi, kultural, dan kewilayahan.

Melintas Batas Ekonomi

Program mendasar sebagai pengejawantahan dari jargon ini adalah kepastian bagi tiap-tiap warga negara untuk mengenyam layanan pendidikan. Dan sekat ekonomi yang sepanjang ini sering menghalangi, sepertinya akan terkikis bersama dengan skema tanggung jawab negara yang baru dan lebih besar. Yakni meningkatnya kuantitas bantuan bagi satuan pendidikan, adanya subsidi bagi anak didik yang miskin, dan juga bertambahnya bantuan beasiswa untuk kuliah.
Bantuan bagi satuan pendidikan, akrab disebut sebagai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tahun 2012 ini, besaran dana yang diberikan bagi tiap-tiap siswa per tahun, untuk jenjang SD-SMP (dan sederajat), mengalami kenaikan besar (lihat boks-red). Bahkan Kemdikbud menyebut bila besaran dan BOS jenjang ini telah sanggup mengcover 100 persen ongkos operasional sekolah. Tahun di awalnya cuma kisaran 70 persen.

Jenjang SMA (dan sederajat), tahun ini termasuk kebagian dana BOS, meski baru bersifat rintisan. Jumlahnya sesungguhnya belum memadai besar tetapi kiranya akan memadai meringankan ongkos operasional sekolah. Dengan adanya BOS bagi SMA dan juga kenaikan kuantitas BOS bagi SD-SMP ini, praktis mengusung harapan, bahwa terlalu ‘haram’ hukumnya bagi penduduk untuk tidak mengenyam pendidikan.

Toh, jika pun, dana BOS terlalu tak termasuk kunjung menuntaskan soal pendanaan operasional sekolah, Kemdikbud masih mempunyai skema bernama subsidi. Ada banyak subsidi yang disiapkan, sebut saja subsidi penyelenggaraan pendidikan khusus; subsidi bagi siswa miskin di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Juga ada subsidi bagi mahasiswa berprestasi dan dari keluarga tidak mampu. (alokasi dan jumlahnya memandang boks –red)

Tidak memadai sampai di situ, akses penduduk kurang sanggup untuk mengenyam kuliah pun makin terbuka. Dengan selamanya mengusung beasiswa Bidik Misi, tahun ini Kemdikbud tingkatkan kuantitas penerimanya sampai 100 persen, dari yang pada mulanya 50 ribu calon mahasiswa jadi 100 ribu. Dan tidak saja terhadap kebutuhan hidup dan juga ongkos pendidikan yang ditanggung, ongkos pendaftaran pun dicover oleh anggaran pemerintah

sumber : ruangguru.co.id