Hampir 60% Tidak Terdiagnosis, Sulitnya Mendiagnosis Gangguan Tiroid

Home / Kesehatan / Hampir 60% Tidak Terdiagnosis, Sulitnya Mendiagnosis Gangguan Tiroid

Hampir 60% Tidak Terdiagnosis, Sulitnya Mendiagnosis Gangguan Tiroid

Hampir 60% Tidak Terdiagnosis, Sulitnya Mendiagnosis Gangguan Tiroid

Sekitar 1,6 miliar orang di dunia diduga berisiko merasakan gangguan tiroid dan selama ratusan juta orang hidup dengan gangguan tiroid ketika ini.

Hampir 60% dari mereka ketika ini yang hidup dengan gangguan tiroid tidak terdiagnosis. “Saat ini ratusan juta orang hidup terbebani oleh gangguan tiroid tanpa pernah mendapat diagnosis dan penyembuhan yang tepat.

Melalui Pekan Kesadaran Tiroid Internasional tahun ini, yang menginjak tahun ke-10, kami mengimbau adanya evolusi di semua dunia”, ungkap Ashok Basheen, Presiden Thyroid Federation International (TFI).

Merck dan TFI mendorong publik guna memahami faedah tiroid dan mengenali gejala-gejala gangguan tiroid, untuk menolong mengurangi jumlah masa-masa dan stres saat menggali diagnosis dan pengobatan, dengan kampanye International Thyroid Awareness Week (ITAW) terbaru, yakni “Saatnya Periksa Panel Pengatur Tubuh Anda”.

Francois Feig, Head of the Global Business Franchise General Medicine & Endocrinology di Merck, menuliskan bahwa gangguan tiroid masih kurang dicerna dan tidak jarang tidak terdiagnosis dan diobati, kolaborasi Merck dengan TFI bertujuan guna  meyakinkan bahwa publik mempunyai informasi yang mereka butuhkan guna mengenali gejala-gejala yang sehubungan dengan potensi gangguan tiroid.

“Kami bercita-cita pasien bisa memeriksakan diri kedokter, yang akan mengerjakan serangkaian tes yang diperlukan, seringkali tes darah simpel untuk mengecek apakah kelenjar tiroid berfungsi dengan normal atau tidak,” ungkap Feig.

Untuk mengenang ITAW tahun ini, Merck dan TFI menyelenggarakan survei intern asional terhadap semua pasien gangguan tiroid, yang mengindikasikan bahwa perjalanan guna terdiagnosis lumayan sulit dan melelahkan. Survei yang berfokus pada pasien hipotiroid di enam negara ini mengindikasikan bahwa 70% pasien hipotiroid merasa stres dalam perjalanan guna sampai terdiagnosis.

Sebelum menemukan diagnosis beberapa besar narasumber tidak menyadari sama sekali bahwa fenomena yang mereka alami dampak gangguan tiroid (70%). Di samping itu, tidak sedikit pasien menantikan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum terdiagnosis.

Sebanyak 40% mesti menantikan antara empat bulan dan dua tahun. Survei ini pun mengungkapkan sekian banyak hal di mana gangguan tiroid yang tidak terdiagnosis bisa memengaruhi kehidupan keseharian seseorang, nyaris separuh narasumber (49%) menuliskan bahwa penampilan jasmani mereka terkena akibat sebelum terdiagnosis.

Dr Farid Kurniawan SpPD menjelaskan, gangguan tiroid, khususnya hipertiroid, lebih tidak jarang terjadi pada perempuan dibanding pria. Data Riskesdas 2013 mencatat, menurut fenomena yang dikeluhkan, selama 0,4% populasi Indonesia menderita hipertiroid. “Hipertiroidisme berarti kegiatan kelenjar tiroid yang terlampau tinggi, ditandai dengan tingginya kadar hormon tirok sin dalam darah,” kata dr Farid.

Baca Juga: